Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Anak emas ternyata lebih mudah kena depresi

Anak emas ternyata lebih mudah kena depresi
KoPi| Anak mana pun akan senang jika jadi anak favorit orang tua, selalu dimanja, dibela, dan dipenuhi segala kebutuhannya. Namun, tak selamanya jadi anak emas menyenangkan. Ada sisi kelam di baliknya.
 

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, orang dewasa yang tumbuh sebagai putra atau putri favorit ibu mereka lebih mudah terkena depresi. Para peneliti mengatakan, hal itu karena mereka menjadi sasaran dalam persaingan antar saudara. Para "anak emas" itu juga dinilai merasa berhutang atau memiliki kewajiban lebih pada orang tua mereka.

"Ada harga yang harus dibayar bagi mereka yang memiliki ikatan emosional yang dekat dengan ibu mereka. Dan mereka menjadi lebih mudah terkena depresi," ungkap Profesor Jill Suitor dari Perdue University. Harga tersebut adalah hubungan yang tegang dengan saudara mereka saat mereka dewasa, atau perasaan memikul tanggung jawab emosional lebih besar saat ibu mereka berusia lanjut.

Namun, bukan hanya anak favorit saja yang mudah terkena depresi. Mereka yang merasa bahwa anak yang paling mengecewakan atau memiliki konflik dengan orang tua juga dilaporkan mudah terkena depresi.

Profesor Suitor menyebutkan, dalam penelitian yang terdahulu, mereka yang merasa lebih dekat dengan ibu mereka juga mengalami hubungan yang renggang dengan saudara mereka yang lain. "Ketegangan dengan sesama saudara seringkali ditemukan pada mereka yang sama-sama menjadi favorit orang tua dan merawat orang tua mereka ketika lanjut usia," jelas Profesor Suitor.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Jill Suitor mengungkapkan, para ibu cenderung memfavoritkan anak yang memiliki perilaku mirip dengan mereka. |Daily Mail|

back to top