Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Anak emas ternyata lebih mudah kena depresi

Anak emas ternyata lebih mudah kena depresi
KoPi| Anak mana pun akan senang jika jadi anak favorit orang tua, selalu dimanja, dibela, dan dipenuhi segala kebutuhannya. Namun, tak selamanya jadi anak emas menyenangkan. Ada sisi kelam di baliknya.
 

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, orang dewasa yang tumbuh sebagai putra atau putri favorit ibu mereka lebih mudah terkena depresi. Para peneliti mengatakan, hal itu karena mereka menjadi sasaran dalam persaingan antar saudara. Para "anak emas" itu juga dinilai merasa berhutang atau memiliki kewajiban lebih pada orang tua mereka.

"Ada harga yang harus dibayar bagi mereka yang memiliki ikatan emosional yang dekat dengan ibu mereka. Dan mereka menjadi lebih mudah terkena depresi," ungkap Profesor Jill Suitor dari Perdue University. Harga tersebut adalah hubungan yang tegang dengan saudara mereka saat mereka dewasa, atau perasaan memikul tanggung jawab emosional lebih besar saat ibu mereka berusia lanjut.

Namun, bukan hanya anak favorit saja yang mudah terkena depresi. Mereka yang merasa bahwa anak yang paling mengecewakan atau memiliki konflik dengan orang tua juga dilaporkan mudah terkena depresi.

Profesor Suitor menyebutkan, dalam penelitian yang terdahulu, mereka yang merasa lebih dekat dengan ibu mereka juga mengalami hubungan yang renggang dengan saudara mereka yang lain. "Ketegangan dengan sesama saudara seringkali ditemukan pada mereka yang sama-sama menjadi favorit orang tua dan merawat orang tua mereka ketika lanjut usia," jelas Profesor Suitor.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Jill Suitor mengungkapkan, para ibu cenderung memfavoritkan anak yang memiliki perilaku mirip dengan mereka. |Daily Mail|

back to top