Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Anak emas ternyata lebih mudah kena depresi

Anak emas ternyata lebih mudah kena depresi
KoPi| Anak mana pun akan senang jika jadi anak favorit orang tua, selalu dimanja, dibela, dan dipenuhi segala kebutuhannya. Namun, tak selamanya jadi anak emas menyenangkan. Ada sisi kelam di baliknya.
 

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, orang dewasa yang tumbuh sebagai putra atau putri favorit ibu mereka lebih mudah terkena depresi. Para peneliti mengatakan, hal itu karena mereka menjadi sasaran dalam persaingan antar saudara. Para "anak emas" itu juga dinilai merasa berhutang atau memiliki kewajiban lebih pada orang tua mereka.

"Ada harga yang harus dibayar bagi mereka yang memiliki ikatan emosional yang dekat dengan ibu mereka. Dan mereka menjadi lebih mudah terkena depresi," ungkap Profesor Jill Suitor dari Perdue University. Harga tersebut adalah hubungan yang tegang dengan saudara mereka saat mereka dewasa, atau perasaan memikul tanggung jawab emosional lebih besar saat ibu mereka berusia lanjut.

Namun, bukan hanya anak favorit saja yang mudah terkena depresi. Mereka yang merasa bahwa anak yang paling mengecewakan atau memiliki konflik dengan orang tua juga dilaporkan mudah terkena depresi.

Profesor Suitor menyebutkan, dalam penelitian yang terdahulu, mereka yang merasa lebih dekat dengan ibu mereka juga mengalami hubungan yang renggang dengan saudara mereka yang lain. "Ketegangan dengan sesama saudara seringkali ditemukan pada mereka yang sama-sama menjadi favorit orang tua dan merawat orang tua mereka ketika lanjut usia," jelas Profesor Suitor.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Jill Suitor mengungkapkan, para ibu cenderung memfavoritkan anak yang memiliki perilaku mirip dengan mereka. |Daily Mail|

back to top