Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Amerika menentang upaya kedamaian dunia tanpa senjata nuklir

Sleman-KoPi| Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN) mengatakan Amerika dan sekutunya sebagai negara-negara yang paling menolak pergerakan kedamaian untuk melucuti dan melarang senjata nuklir.

Hal ini dibuktikan oleh tindak tanduk serta langkah-langkah Amerika yang selalu menunjukkan penolakan dibentuknya Traktat Pelarangan Senjata Nuklir sejak Juli lalu saat traktat dirundingkan di PBB.

peta nuklir

"Sejak awal saat perundingan traktat dimulai, Amerika sudah menggelar presscon di depan ruang PBB dan tidak mengikuti perundingan traktat. Mereka mengatakan 'perundingan ini tidak sesuai dengan tujuan kita (Amerika dan negara negara lainnya)'. Inti dari Press Con nya, Amerika dan sekutu-sekutunya ingin melindungi diri dari upaya pembentukan traktat, tapi ada juga upaya seolah melerai ICAN. Saat pemberian nobel perdamaian 10 Desember nanti, mereka juga tidak akan datang," ujar Muhadi Sugiono, MA Peneliti Institute International Study UGM, sekaligus pengkampanye ICAN,ditulis pada Jumat (8/12)

Muhadi pun mengatakan Amerika ini merupakan tantangan terbesar dari langkah ICAN dan Organisasi anti senjata nuklir lainnya untuk merealisasikan mimpi mereka menciptakan dunia tanpa senjata nuklir.

Tak hanya itu, Ia juga mengimbuhkan, tantangan juga muncul lewat Presiden Amerika, Donald Trump sebagai salah satu ikon yang paling menolak pelucutan senjata nuklir.

"Apalagi saat ini Amerika dipimpin oleh Presidennya yang saat ini giat untuk memperkuat Negara Amerika lewat kekuatan senjata nuklir. Dia (Donald Trump ) ini sangat anti dengan apa yang kita (ICAN) lakukan ini," ujar Dosen Departemen Ilmu Hubungan Internasional UGM ini.

Meski terlihat sulit,Muhadi menuturkan pihaknya bersama ICAN tetap yakin dapat mengajak negara besar seperti Amerika mengikuti pandangan ICAN untuk melucuti senjata nuklir. Pasalnya ,jika Traktat ini sudah berjalan,maka perlahan kekuatan traktat dapat mempengaruhi suara masyarakat Amerika. Dan tentunya ,suara Amerika ini diharapkan dapat mengubah pandangan pemerintahan dan presiden Amerika.

"Jika traktat ini sudah berjalan ,kita tinggal mengubah opini publik saja. Biasanya opini publik mengatakan Korut(Korea utara) negara paling tidak becus serta tidak bagus karena melanggar aturan kepemilikan senjata nuklir.Aturan mana yang mereka langgar? ,Nah kalau traktat sudah berjalan,maka Amerika juga dapat dikatakan melanggar karena memiliki senjata nuklir,"tuturnya.

Terlepas dari penolakan dan penudingan bahwa Traktat Pelucutan sebagai traktat yang buruk,Muhadi berpendapat bahwa Amerika perlahan mulai melihat traktat sebagai suatu hal serius yang dapat mengubah citra Amerika. Artinya,jika Amerika tidak merespon,maka Traktat dapat menjatuhkan negara maju dan superpower lewat penandaan atau labelling sebagai negara buruk yang memiliki senjata nuklir.

Lebih lanjut, berdasarkan keterangan ICAN ,setidaknya terdapat 10 Negara yang memiliki senjata nuklir di dunia. Sepuluh negara ini masing memiliki kategori di mata dunia. Secara sah ada lima negara anggota keamanan PBB yang memiliki senjata nuklir seperti Amerika, Inggris,perancis, Cina dan Rusia. Sementara lima negara lainnya dianggap tidak sah memiliki senjata nuklir seperi negara India,Israel, Pakistan, Iran dan Korea utara. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top