Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Alur Pelayaran Barat Surabaya sokong visi maritim

Alur Pelayaran Barat Surabaya sokong visi maritim
Surabaya – KoPi | Salah satu program andalan Presiden Joko Widodo mulai terealisasi. Tol laut yang diharapkan memperkuat visi maritim Jokowi sudah mulai beroperasi sejak Maret lalu. Tol tersebut menghubungkan Sorong dan Waisai, Papua, serta Surabaya dengan Makassar. Kedua pelabuhan tersebut melayani pelayaran berjadwal dengan rute pendek dan melayani angkutan logistik serta manusia.
 

Kini, realisasi program tersebut semakin menjadi kenyataan dengan pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan pembangunan Terminal Teluk Lamong. Kedua pelabuhan tersebut diproyeksikan menjadi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). 

Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surkjanto menyatakan pembangunan Terminal Teluk Lamong tersebut akan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim. Hal itu diungkapkan Djarwo dalam kunjungan Jokowi ke Terminal Teluk Lamong untuk meresmikan revitalisasi APBS (22/5).

“Revitalisasi APBS ini diharapkan menjadi pemicu bangkitnya sektor maritim Indonesia, khususnya di bidang logistik dan kepelabuhanan,” ungkap Djarwo.

APBS merupakan akses masuk ke kawasan Pelabuhan Tanjung Perak dan sekitarnya. Revitalisasi ini dilakukan dengan menambah kedalaman dan lebar kawasan. Sebelumnya, APBS hanya memiliki kedalaman minus 9,5 meter Low Water Sping (LWS)dan lebar 100 meter. Akibatnya kapal yang bisa masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak hanya terbatas pada kapal ukuran 15 ribu Deadweight Tonnage (DWT).

“Setelah direvitalisasi kini kedalaman APBS mencapai minus 13 meter LWS dan lebar 150 meter. Nantinya kapal-kapal hingga ukuran 80 ribu DWT juga akan bisa masuk ke Tanjung Perak dan sekitarnya,” jelas Djarwo.

Djarwo menambahkan, kondisi saat ini akan memungkinkan Pelabuhan Tanjung Perak membuka jalur pelayaran langsung menuju China dan negara-negara lain.

 

back to top