Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Alumni Fakultas Kedokteran UGM akan diskusikan bahayanya antibiotik

Alumni Fakultas Kedokteran UGM akan diskusikan bahayanya antibiotik

Sleman-KoPi|Annual Scientific Meeting (ASM) mengadakan jumpa pers, Rabu (1/2) terkait tema seminar nasional yang akan diselenggarakan pada bulan depan 4 Maret 2017.

dr. Sri Mulatsih, koordinator ASM menjelaskan seminar nasional ASM ini merupakan bagian dari rangkaian acara memperingati dies natalis ke 71 Fakultas Kedokteran UGM, ke 5 tahun Rumah Sakit UGM, dan ke 35 tahun RSUP Dr Sardjito.

Dalam Seminar ini, ASM mengusung tema "Pencegahan dan Pengendalian Resistensi Antimikroba". Sri Mulatsih menambahkan pula ASM ini sendiri diprakarsai dari kumpulan alumni fakultas kedokteran dan sudah berjalan selama 10 tahun.

"SM ini diprakarsai oleh Kagama atau perkumpulan alumni kedokteran, tujuannya adalah mengumpulkan alumni kemudian memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada masyarakat," jelas Sri Mulatsih.

ASM 2017 memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan komitmen serta pembuatan rencana aksi untuk melaksanakan pencegahan dan pengendalian resistensi antimikroba.

Sementara itu dr.Egi Arguni ,SpA.,PhD, menjelaskan antimikroba adalah antibiotik. Menurutnya penggunaan antibiotik yang berlebihan akan mempengaruhi kesehatan dan mendasari kejadian resistensi antibiotik dalam tubuh.

"Mereka yang mendapat akses langsung mendapatkan antiobiotik tanpa resep dokter,membuat konsumsi antiobiotik ini jadi tidak terkontrol sehingga menyebabkan resistensi antibiotik," terang dr.Egi Arguni,SpA.,PhD

Dalam seminar ini juga nantinya hadir pula pembicara dari berbagai lembaga nasional dan internasional, seperti ketua BPJS kesehatan, praktisi kesehatan, juga pihak World Health Organization (WHO). Selain itu, dalam seminar ini masyarakat juga dapat memberikan pandangan mengenai antibiotik dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya berhenti di ASM, dr.Sri Mulatsih juga menjelaskan adanya berbagai macam Pokja atau seminar dan Workshop yang diadakan dari bulan Februari sampai Mei. Kegiatan Pokja ini diselenggarakan dari pihak FK UGM, RS UGM dan RSUP Sardjito dan bertempat disekitar lingkungan FK UGM, RS UGM dan RSUP Sardjito.

Untuk ASM 2017, ketua ASM dr.Egi Arguni,SpA.,PhD berharap agar nantinya masyarakat dapat memahami penggunaan antibiotik dengan benar lewat penyampaian dari pembicara yang menguasai bidang resistensi antibiotik.

dr. Egi juga melihat ada kemungkinan di masa depan penyakit akan sulit diberantas karena resistensi antibiotik.

"Makin lama resistensi ini akan semakin luas, maka yang akan terjadi adalah disaster(bencana) di mata klinis, penyakit akan sulit diberantas," jelasnya di akhir jumpa pers.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top