Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Alumni Fakultas Kedokteran UGM akan diskusikan bahayanya antibiotik

Alumni Fakultas Kedokteran UGM akan diskusikan bahayanya antibiotik

Sleman-KoPi|Annual Scientific Meeting (ASM) mengadakan jumpa pers, Rabu (1/2) terkait tema seminar nasional yang akan diselenggarakan pada bulan depan 4 Maret 2017.

dr. Sri Mulatsih, koordinator ASM menjelaskan seminar nasional ASM ini merupakan bagian dari rangkaian acara memperingati dies natalis ke 71 Fakultas Kedokteran UGM, ke 5 tahun Rumah Sakit UGM, dan ke 35 tahun RSUP Dr Sardjito.

Dalam Seminar ini, ASM mengusung tema "Pencegahan dan Pengendalian Resistensi Antimikroba". Sri Mulatsih menambahkan pula ASM ini sendiri diprakarsai dari kumpulan alumni fakultas kedokteran dan sudah berjalan selama 10 tahun.

"SM ini diprakarsai oleh Kagama atau perkumpulan alumni kedokteran, tujuannya adalah mengumpulkan alumni kemudian memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada masyarakat," jelas Sri Mulatsih.

ASM 2017 memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan komitmen serta pembuatan rencana aksi untuk melaksanakan pencegahan dan pengendalian resistensi antimikroba.

Sementara itu dr.Egi Arguni ,SpA.,PhD, menjelaskan antimikroba adalah antibiotik. Menurutnya penggunaan antibiotik yang berlebihan akan mempengaruhi kesehatan dan mendasari kejadian resistensi antibiotik dalam tubuh.

"Mereka yang mendapat akses langsung mendapatkan antiobiotik tanpa resep dokter,membuat konsumsi antiobiotik ini jadi tidak terkontrol sehingga menyebabkan resistensi antibiotik," terang dr.Egi Arguni,SpA.,PhD

Dalam seminar ini juga nantinya hadir pula pembicara dari berbagai lembaga nasional dan internasional, seperti ketua BPJS kesehatan, praktisi kesehatan, juga pihak World Health Organization (WHO). Selain itu, dalam seminar ini masyarakat juga dapat memberikan pandangan mengenai antibiotik dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya berhenti di ASM, dr.Sri Mulatsih juga menjelaskan adanya berbagai macam Pokja atau seminar dan Workshop yang diadakan dari bulan Februari sampai Mei. Kegiatan Pokja ini diselenggarakan dari pihak FK UGM, RS UGM dan RSUP Sardjito dan bertempat disekitar lingkungan FK UGM, RS UGM dan RSUP Sardjito.

Untuk ASM 2017, ketua ASM dr.Egi Arguni,SpA.,PhD berharap agar nantinya masyarakat dapat memahami penggunaan antibiotik dengan benar lewat penyampaian dari pembicara yang menguasai bidang resistensi antibiotik.

dr. Egi juga melihat ada kemungkinan di masa depan penyakit akan sulit diberantas karena resistensi antibiotik.

"Makin lama resistensi ini akan semakin luas, maka yang akan terjadi adalah disaster(bencana) di mata klinis, penyakit akan sulit diberantas," jelasnya di akhir jumpa pers.| Syidiq Syaiful Ardli

back to top