Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Alumni Akmil 1986 mendapatkan bekal wirausaha sebelum pensiun

Alumni Akmil 1986 mendapatkan bekal wirausaha sebelum pensiun

Magelang-KoPi| Bertempat di Gedung Sumartal Akademi Militer sebanyak 229 perwira TNI AD lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1986 diberi bekal tentang wirausaha oleh Bapak Yacob Kusmanto dan Bapak Dadang Suhartoyo dari Bandung, Sabtu (24/9). Mentoring wirausaha di Akmil itu sebagai bekal masa purnatugas yang akan dijalani dalam beberapa tahun ke depan.

Staf Ahli Panglima TNI, Mayjen TNI Ganif Warsito, ketika ditemui di sela-sela acara itu menyatakan sengaja menggelar reuni angkatan 1986 untuk mengumpulkan kembali personel Akmil lulusan 1986 yang sudah melaksanakan pengabdian selama 30 tahun.

Tujuannya selain untuk bernostalgia atas apa yang pernah dialami di Lembah Tidar Magelang, juga untuk mempererat tali silaturahmi di antara mereka. Selain itu ingin mengevaluasi terhadap apa yang telah mereka lakukan selama 30 tahun dan apa yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan tugas sekitar lima tahun ke depan.

''Kami juga ingin mempersiapkan diri karena paling lama enam tahun lagi kami sudah purnatugas,'' katanya.

Ditegaskan, untuk pangkat dan jabatan dipandang sebagai amanat dan kepercayaan dari pemerintah. Tetapi kalau masalah purnatugas tidak ada regulasinya. Oleh karenanya mereka berinisiatif perlunya pembekalan bagi alumnus Akmil 1986 untuk bisa menghadapi purnatugas nanti. ''Seperti dikatakan Jenderal Mc Arthur, tidak ada prajurit mati, tetapi dia menghilang untuk pengabdian yang lain,'' tandasnya.

Dengan mentoring wiraswasta diharapkan bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi masa purnatugas dengan bahagia dan bisa berbuat lebih baik lagi untuk masyarakat, bangsa dan negara. Ketika ditanya kenapa tidak diberi pembekalan politik, menurut dia, wirausaha lebih menjanjikan dan lebih baik mandiri. Bagi yang berkeinginan ke dunia politik maupun pendidikan dipersilahkan, karena banyak Perwira Alumni Akmil 1986 yang berpendidikan S2 dan S3 yang selama ini telah bekerja sama dengan perguruan tinggi.

Dari 229 orang lulusan 1986, 12 di antaranya kini berpangkat bintang dua (Mayjen). ''Kami dididik di Akmil untuk menjadi perwira yang handal, untuk mengawaki institusi TNI. Cita-cita hendak menjadi jenderal, tetapi takdir tidak sama, tidak semua menjadi jenderal dan pimpinan tertinggi TNI. Ini tidak gagal, tetapi bekal gemblengan di Akmil menjadi bekal sepanjang hidup,'' pungkas Mayjen TNI Ganif Warsito.

back to top