Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Aliansi Mahasiswa UIN Kalijaga Tuntut Revisi UKT dan Normalisasi Golongan

Aliansi Mahasiswa UIN Kalijaga Tuntut Revisi UKT dan Normalisasi Golongan

Jogja-KoPi| Aliansi Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga (AMUK) menilai bahwa Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang UKT 2015 di UIN Sunan Kalijaga adalah keputusan yang cacat, karena dalam proses pembahasan nominal golongan harus melibatkan mahasiswa.

Koordinator Umum Aksi AMUK, Hilful Fudhul menyampaikan dalam press release-nya, permasalahan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di UIN Sunan Kalijaga tak kunjung usai, meskipun sudah ketiga kalinya Aliansi Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga (AMUK) berdialog dengan para pimpinan kampus terkait hal-hal yang bermasalah dalam sistem UKT.

Ada beberapa hal yang menjadi permasalahan pada sistem pembayaran tunggal tersebut, di antaranya ialah tidak adanya transparansi Biaya Kuliah Tunggal (BKT) dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) kepada mahasiswa. Hal ini kemudian yang menyebabkan melambungnya nominal UKT pada golongan 2 dan golongan 3.

Permasalahan ini tidak segera diselesaikan oleh pimpinan kampus, padahal sudah hari ketiga (hari ini) para mahasiswa menyampaikan aspirasi.

Untuk itu AMUK menuntut kepada para pimpinan kampus, khususnya Rektor UIN Sunan Kalijaga agar segera :

1. Rektor UIN Sunan Kalijaga harus turun langsung menangani permasalahan UKT!

2. Mentransparansikan BKT dan BOPTN!

3. Menginstruksikan kepada Kepada Jurusan/Prodi untuk merumuskan ulang nominal UKT pada masing-masing jurusan dan libatkan mahasiswa dalam perumusan tersebut!

4. UKT tidak tepat sasaran, segera kaji ulang mekanisme pembagian golongan!

"Apabila tuntutan diatas tidak diperhatikan dan tidak segera ditindak lanjuti, maka atas nama AMUK kami tidak bertanggung jawab apabila terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, karena UKT 2015 banyak kejanggalan dan cacat hukum," demikian Hilful melalui pernyataan press release atas nama AMUK.

back to top