Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Aksi 1500 Mahasiswa UGM tuntut UKT, Tendik, dan Relokasi Kantin Bonbin

Aksi 1500 Mahasiswa UGM tuntut UKT, Tendik, dan Relokasi Kantin Bonbin

Jogja-KoPi| Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada melakukan aksi Pesta Rakyat 2 Mei 2016 Universitas Gadjah Mada bertempat di depan gedung Balaiurang Universitas Gadjah Mada, Senin (2/5).

Mahasiswa UGM yang berjumlah sekitar 1.500 mahasiswa ini mendatangi Gedung Balaiurang Universitas Gadjah Mada saat acara penganugrahan mahasiswa berprestasi UGM dalam rangka Hari Pendidikan Nasional. Pesta Rakyat 2 Mei 2016 Universitas Gadjah Mada menjadi momentum bagi seluruh lapisan masyarakat UGM untuk mengatakan berbagai persoalan terkait masalah yang kuliah tinggal (UKT), pencairan tunjangan tenaga pendidik UGM, dan relokasi kantin sosial humanioran bonbin.

Menurut Humas Aksi Pesta Rakyat, Umar Abdul Aziz, bahwa sejak diberlakukannya UKT tahun 2013, masih terdapat celah-celah kecacatan yang terjadi di lapangan. Mulai dari nominal yang tinggi, golongan yang tidak manusiawi, beasiswa dengan kuota terbesar yang dihilangkan ditambah ada wacana kenaikan uang UKT. Selain itu tunjangan tendik yang tidak cair-cair selama 20 bulan dan baru diusulkan 2 bulan serta penolakan relokasi bonbin ke lingkar timur UGM.

"Kami menuntut menolak relokasi bonbin dan kamo menuntut renovasi kantin bonbin", jelas Umar Abdul Aziz.
Penurunan bendera setengah tiang dan keranda yanh dibawa mahasiswa mewarnai aksi ini. Keranda dalam aksi ini menyimbolkan matinya kerakyatan di UGM. "Mahasiswa dan karyawan yang kritis dan menyuarkan aspirasinya malah diancam oleh rektorat", jelas Umar Abdul Aziz.

"Kami akan berusaha sampai ada perubahan dalam hal ini, kami yakin aksi ini akan memberikan perubahan, dan apabila tidak kami akan tetap melakukan aksi lagi", tambahnya

back to top