Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Akibat fatwakan LGBT halal, Musda Mulia merasa difitnah

Milik Musda Mulia Milik Musda Mulia

KoPi| Prof. Dr. Musda Mulia tokoh femisnisme penerima Yap Thiam Hien 2008, memposting meme dengan isi merasa difitnah sebagai agen Barat dan mata-mata Yahudi. Meme bernada protes itu ia posting pada akun Facebooknya Musda Mulia III, Selasa (24/11).

mm

Profesor dari UIN Hidayatullah Jakarta ini sebelumnya dikenal oleh masyarakat muslim konservatif sebagai penentang agama Islam dengan pendapat-pendapatnya yang kontroversi berkaitan dengan hukum Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Menurut Musda Mulia, LGBT merupakan praktik halal menurut agama.
Tafsir agama, menurut Musda seharusnya disesuaikan dengan kondisi negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan tidak bisa hitam putih. Akibatnya, ia kemudian diserang oleh masyarakat, terutama berkaitan dengan pembelaannya kepada kelompok LGBT.

Fahira Idris, anggota DPD dan Ketua Yayasan Selamatkan Anak Bangsa tercatat sebagai salah satu penkritiknya yang gigih. Fahira bahkan sempat memohon berdialog (debatt) dengan Musda Mulia, namun keinginannya belum mendapat tanggapan.

“Saya sudah mencoba bertemu Musdah Mulia dengan berbagai cara. Saya ingin berdialog dengan beliau namun sepertinya beliau enggan untuk menanggapi permohonan saya,” ujar Fahira kepada beberapa wartawan Muslim belum lama ini di Pondok Indah, Jakarta.| Cucuk Armanto

back to top