Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Akibat fatwakan LGBT halal, Musda Mulia merasa difitnah

Milik Musda Mulia Milik Musda Mulia

KoPi| Prof. Dr. Musda Mulia tokoh femisnisme penerima Yap Thiam Hien 2008, memposting meme dengan isi merasa difitnah sebagai agen Barat dan mata-mata Yahudi. Meme bernada protes itu ia posting pada akun Facebooknya Musda Mulia III, Selasa (24/11).

mm

Profesor dari UIN Hidayatullah Jakarta ini sebelumnya dikenal oleh masyarakat muslim konservatif sebagai penentang agama Islam dengan pendapat-pendapatnya yang kontroversi berkaitan dengan hukum Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Menurut Musda Mulia, LGBT merupakan praktik halal menurut agama.
Tafsir agama, menurut Musda seharusnya disesuaikan dengan kondisi negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan tidak bisa hitam putih. Akibatnya, ia kemudian diserang oleh masyarakat, terutama berkaitan dengan pembelaannya kepada kelompok LGBT.

Fahira Idris, anggota DPD dan Ketua Yayasan Selamatkan Anak Bangsa tercatat sebagai salah satu penkritiknya yang gigih. Fahira bahkan sempat memohon berdialog (debatt) dengan Musda Mulia, namun keinginannya belum mendapat tanggapan.

“Saya sudah mencoba bertemu Musdah Mulia dengan berbagai cara. Saya ingin berdialog dengan beliau namun sepertinya beliau enggan untuk menanggapi permohonan saya,” ujar Fahira kepada beberapa wartawan Muslim belum lama ini di Pondok Indah, Jakarta.| Cucuk Armanto

back to top