Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Akhirnya, Korut akan luncurkan roket secepatnya Minggu besok

Akhirnya, Korut akan luncurkan roket secepatnya Minggu besok

Korea Utara-KoPi| Korea Utara akan meluncurkan sebuah roket yang diklaim sebagai satelit observasi bumi secepatnya pada hari Minggu besok (7/2).

Korea Utara sebelumnya mengatakan kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO) akan meluncurkan roket antara tanggal 8 Februari hingga 25 Februari. Sebelumnya rencana Korut tersebut memicu pertentangan internasional, karena dianggap uji coba rudal jarak jauh.

Jepang dan Korea Selatan mengatakan Korea Utara mengeluarkan pemberitahuan peluncuran akan berlangsung beberapa waktu antara hari Minggu dan beberapa hari setelahnya.

Meski mendapat kecaman internasional, Korea Utara berdalih berkuasa penuh atas program di negerinya. Korea Utara mengatakan ia memiliki hak berdaulat untuk mengejar program ruang angkasa.

Berdasarkan data monitoring Washington, dari gambar satelit yang diambil minggu ini dari Sohae menunjukkan aktivitas jelas pengisian bahan bakar pada roket.

Sementara ketika Reuters mengkonfirmasi IMO, mereka mengaku belum mengetahui pasti rencana Korea Utara meluncurkan roket pada minggu ini. "Media pemerintah Korea Utara tidak melaporkan perubahan jadwal,"kata lembaga di bawah naungan PBB tersebut.

Pada hari Jumat, Presiden AS Barack Obama berbicara melalui telepon dengan Presiden Xi Jinping dari China, sekutu utama Korea Utara. China pun tidak setuju dengan langkah kerabat karibnya tersebut.

"Peluncuran roket Korea Utara bentuk tindakan provokatif dan mempengaruhi stabilitas internasional,"kata juru bicara Gedung Putih. |Reuters.com|Winda Efanur FS|

back to top