Menu
Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Prev Next

Akhirnya, Korut akan luncurkan roket secepatnya Minggu besok

Akhirnya, Korut akan luncurkan roket secepatnya Minggu besok

Korea Utara-KoPi| Korea Utara akan meluncurkan sebuah roket yang diklaim sebagai satelit observasi bumi secepatnya pada hari Minggu besok (7/2).

Korea Utara sebelumnya mengatakan kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO) akan meluncurkan roket antara tanggal 8 Februari hingga 25 Februari. Sebelumnya rencana Korut tersebut memicu pertentangan internasional, karena dianggap uji coba rudal jarak jauh.

Jepang dan Korea Selatan mengatakan Korea Utara mengeluarkan pemberitahuan peluncuran akan berlangsung beberapa waktu antara hari Minggu dan beberapa hari setelahnya.

Meski mendapat kecaman internasional, Korea Utara berdalih berkuasa penuh atas program di negerinya. Korea Utara mengatakan ia memiliki hak berdaulat untuk mengejar program ruang angkasa.

Berdasarkan data monitoring Washington, dari gambar satelit yang diambil minggu ini dari Sohae menunjukkan aktivitas jelas pengisian bahan bakar pada roket.

Sementara ketika Reuters mengkonfirmasi IMO, mereka mengaku belum mengetahui pasti rencana Korea Utara meluncurkan roket pada minggu ini. "Media pemerintah Korea Utara tidak melaporkan perubahan jadwal,"kata lembaga di bawah naungan PBB tersebut.

Pada hari Jumat, Presiden AS Barack Obama berbicara melalui telepon dengan Presiden Xi Jinping dari China, sekutu utama Korea Utara. China pun tidak setuju dengan langkah kerabat karibnya tersebut.

"Peluncuran roket Korea Utara bentuk tindakan provokatif dan mempengaruhi stabilitas internasional,"kata juru bicara Gedung Putih. |Reuters.com|Winda Efanur FS|

back to top