Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Akal para perokok siasati gambar ngeri bungkus rokok

Akal para perokok siasati gambar ngeri bungkus rokok

Suci Wulandari


Magelang-KoPi- Setelah  Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mewajibkan setiap perusahaan rokok untuk mencantumkan peringatan bergambar pada kemasan rokok mulai 24 Juli 2014, banyak masyarakat merasa terganggu dengan  kemasan tersebut.

Namun ternyata ada beberapa perokok aktif memiliki cara jitu untuk mengabaikan gambar menyeramkan tersebut.

Supriyanto salah satu perokok aktif yan tinggal di kawasan Magelang, Jawa Tengah, misalnya, mengakui bahwa kemasan rokok saat ini membuatnya berpikir dua kali untuk merokok.

“Gambar pada kemasan rokok mengerikan, tapi saya tetap ingin merokok, jadi saya berpikir untuk memindah rokok dari kemasannya ke kemasan permanen yang saya beli di toko”.

Selain Supriyanto, ada juga perokok yang memilih untuk mengisolasi atau mencoret – coret gambar pada kemasan rokok dengan sepidol permanen.

“Saya memilih mencoret – coret gambar kanker mulut yang mengerikan itu dikemasan rokok agar saya tetap merasa nyaman ketika merokok. Karena melihat gambarnya membuat saya berpikir dua kali untuk merokok namun saya sudah seperti kecanduan merokok”, ujar Purwanto.

Peraturan yang dibuat oleh kementerian kesehatan yang sudah dimuat dalam undang – undang 36 tahun 2009 dan peraturan pemerintah nomor 109 tahun 2012 ini baru dapat dilaksanakan pada Juli 2014.


Tujuan Kementerian Kesehatan memberlakukan peraturan  ini karena banyaknya generasi muda yang sudah menjadi perokok aktif. Dampak yang diharapkan dari peraturan ini adalah agar masyarakat berpikir dua kali untuk merokok.

 

back to top