Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Akal para perokok siasati gambar ngeri bungkus rokok

Akal para perokok siasati gambar ngeri bungkus rokok

Suci Wulandari


Magelang-KoPi- Setelah  Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mewajibkan setiap perusahaan rokok untuk mencantumkan peringatan bergambar pada kemasan rokok mulai 24 Juli 2014, banyak masyarakat merasa terganggu dengan  kemasan tersebut.

Namun ternyata ada beberapa perokok aktif memiliki cara jitu untuk mengabaikan gambar menyeramkan tersebut.

Supriyanto salah satu perokok aktif yan tinggal di kawasan Magelang, Jawa Tengah, misalnya, mengakui bahwa kemasan rokok saat ini membuatnya berpikir dua kali untuk merokok.

“Gambar pada kemasan rokok mengerikan, tapi saya tetap ingin merokok, jadi saya berpikir untuk memindah rokok dari kemasannya ke kemasan permanen yang saya beli di toko”.

Selain Supriyanto, ada juga perokok yang memilih untuk mengisolasi atau mencoret – coret gambar pada kemasan rokok dengan sepidol permanen.

“Saya memilih mencoret – coret gambar kanker mulut yang mengerikan itu dikemasan rokok agar saya tetap merasa nyaman ketika merokok. Karena melihat gambarnya membuat saya berpikir dua kali untuk merokok namun saya sudah seperti kecanduan merokok”, ujar Purwanto.

Peraturan yang dibuat oleh kementerian kesehatan yang sudah dimuat dalam undang – undang 36 tahun 2009 dan peraturan pemerintah nomor 109 tahun 2012 ini baru dapat dilaksanakan pada Juli 2014.


Tujuan Kementerian Kesehatan memberlakukan peraturan  ini karena banyaknya generasi muda yang sudah menjadi perokok aktif. Dampak yang diharapkan dari peraturan ini adalah agar masyarakat berpikir dua kali untuk merokok.

 

back to top