Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Akal para perokok siasati gambar ngeri bungkus rokok

Akal para perokok siasati gambar ngeri bungkus rokok

Suci Wulandari


Magelang-KoPi- Setelah  Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mewajibkan setiap perusahaan rokok untuk mencantumkan peringatan bergambar pada kemasan rokok mulai 24 Juli 2014, banyak masyarakat merasa terganggu dengan  kemasan tersebut.

Namun ternyata ada beberapa perokok aktif memiliki cara jitu untuk mengabaikan gambar menyeramkan tersebut.

Supriyanto salah satu perokok aktif yan tinggal di kawasan Magelang, Jawa Tengah, misalnya, mengakui bahwa kemasan rokok saat ini membuatnya berpikir dua kali untuk merokok.

“Gambar pada kemasan rokok mengerikan, tapi saya tetap ingin merokok, jadi saya berpikir untuk memindah rokok dari kemasannya ke kemasan permanen yang saya beli di toko”.

Selain Supriyanto, ada juga perokok yang memilih untuk mengisolasi atau mencoret – coret gambar pada kemasan rokok dengan sepidol permanen.

“Saya memilih mencoret – coret gambar kanker mulut yang mengerikan itu dikemasan rokok agar saya tetap merasa nyaman ketika merokok. Karena melihat gambarnya membuat saya berpikir dua kali untuk merokok namun saya sudah seperti kecanduan merokok”, ujar Purwanto.

Peraturan yang dibuat oleh kementerian kesehatan yang sudah dimuat dalam undang – undang 36 tahun 2009 dan peraturan pemerintah nomor 109 tahun 2012 ini baru dapat dilaksanakan pada Juli 2014.


Tujuan Kementerian Kesehatan memberlakukan peraturan  ini karena banyaknya generasi muda yang sudah menjadi perokok aktif. Dampak yang diharapkan dari peraturan ini adalah agar masyarakat berpikir dua kali untuk merokok.

 

back to top