Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Air Terjun Darah Antartika, portal ke dunia lain

Air Terjun Darah Antartika, portal ke dunia lain
KoPi | Benua es Antartika adalah satu-satunya daratan yang belum pernah dieksplorasi secara luas oleh manusia. Kondisi lingkungan yang ekstrem membuat benua ini tak bisa ditinggali manusia. Di benua misterius inilah sebuah fenomena misterius terus terjadi: air terjun darah. Para ilmuwan yakin air terjun darah ini adalah pintu masuk ke dunia lain!
 

“Kami menemukan bahwa ada sesuatu yang menjadi sumber air terjun darah itu. Dan ternyata  fenomena air terjun darah tersebut tersebar luas di Antartika,” ungkap Jill Mikucki, peneliti dari University of Tennessee.

Warna merah darah tersebut sebenarnya berasal dari air garam yang bercampur dengan zat besi di lapisan batuan di bawahnya. Ketika bakteri secara perlahan menggerus lapisan batuan, zat besi ikut terlepas dan tercampur dengan air garam. Ketika bersentuhan dengan oksigen, campuran itu memunculkan warna merah karat.

Mikucki yakin di bawah lapisan es Antartika tersembunyi sebuah dunia baru yang kaya akan kehidupan mikroba. “Ada potensi ekosistem yang sangat ekstensif di bawah tanah Antartika, dan itu membuat saya sangat tertarik. Ini adalah portal menuju dunia bawah tanah Antartika, sebuah petunjuk mengenai sesuatu di bawah sana,” ungkap Mikucki.

Tim peneliti pernah melaporkan ada aliran air sepanjang 11 km yang terbentang dari pantai hingga ke daratan Antartika. Ada juga air garam yang mengalir di bawah Taylor Glacier sedalam 5 km.  Di mana pun air garam tersebut mengalir, di situ pula kehidupan mikroba berkembang.

“Setelah evolusi selama milyaran tahun, mikroba-mikroba ini telah beradaptasi dengan segala kondisi yang ada di Bumi. Dari data elektromagnetik yang kami dapat menunjukkan Antartika kemungkinan menjadi habitat yang luas bagi mikroba,” tutur Slawek Tulaczyk, glasiologis daru University of California.

Para peneliti mengatakan air terjun darah ini merupakan satu-satunya perwujudan dari sistem air garam yang muncul ke permukaan. Mereka yakin dalam air terjun ini mengandung ekosistem yang terus berjalan dengan berbagai kehidupan mikroba.

Penemuan ini juga menjadi petunjuk bagaimana kehidupan bisa muncul di dunia lain, termasuk di planet Mars dan bulan Jupiter yang mengandung air. | Washington Post, Huffington Post, National Geographic, Nature

 

back to top