Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Air sumber kehidupan yang terancam

Air sumber kehidupan yang terancam

Air, merupakan sumber kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan dan terlepas dari kehidupan manusia. Apapun aktivitas manusia, tidak ada yang tidak membutuhkan air. Namun, Pernahkan terlintas di benak kita akan kompleksnya peran air selama ini? Lalu sadarkah jika saat ini dunia sedang terancam kelangkaan air bersih?

Memang tidak hanya manusia, semua mahluk hidup termasuk hewan dan tumbuhan sangat memerlukan air untuk kelangsungan hidupnya. Mahluk hidup bisa saja tanpa makan selama beberapa minggu, tetapi jika mahluk hidup tanpa minum selama beberapa hari tidak akan bisa. Ya, saking banyaknya peran air dalam kehidupan, maka tidak bisa lagi disebutkan satu-satu peran penting itu.


Untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya air bagi kehidupan,  pada tanggal 22 Maret ditetapkan sebagai Hari Air Dunia. Tepatnya pada tanggal 22 Maret  1992 di Rio de Jeneiro, telah ditetapkan dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ke-47 sebagai Hari Air Dunia. Artinya, dunia sadar akan pentingnya air.

Merawat sumber air

Sebagai salah satu Negara yang memiliki perairan terbesar di dunia, pantaslah kita berbangga dan bersyukur atas anugerah tersebut. Segala kebutuhan yang menyangkut air dapat terpenuhi. Meskipun begitu, masih ada saja daerah-daerah di Indonesia ini yang masih kekurangan ketersediaan air bersih, salah satunya Jakarta.

Berkurangnya keterediaan air bersih juga karena kurang sadarnya masyarakat akan hal itu. Seperti membuang sampah ke sungai, hal itu menyebabkan tercemarnya air sungai akibat sampah-sampah tadi. Juga banyak pabrik-pabrik yang membuang limbahnya ke perairan, baik itu sungai maupun laut. Hal-hal inilah yang menyebabkan semakin berkurangnya air bersih.

Selain berkurangnya air bersih, ketersediaan air pun semakin terbatas. Mengingat semakin meningkatnya jumlah penduduk menandakan peningkatan penggunaan air. Berdasarkan data yang diambil dari WHO pada tahun 2000, terdapat 2 miliar manusia perhari terkena dampak kekurangan air di lebih dari 40 negara di dunia. Sedangkan pada tahun 2050 diprdiksi bahwa 1 dari 4 orang akan terkena dampak dari kekurangan air bersih.

Sangat ironis jika air yang sedianya sebagai sumber kehidupan malah mengalami kelangkaan dan tercemar. Bukanlah salah air jika terjadi hal seperti itu, kita semualah yang salah yang selama ini tidak memperhatikan populasi air. Jika sudah ada fakta buruk tentang air tadi, maka pencegahan menjadi jalan utama agar hal negatif bisa dihindari.

Agar mencegah hal-hal di atas, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah menggunakan air seperlunya saja dan tidak berlebihan. Jika tidak dilakukan, maka dampaknya tidak hanya dirasakan kitam tetapi anak cucu kita juga pasti ikut merasakannya.

back to top