Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Air itu 'ada' sebelum matahari 'ada', penemuan baru

Air itu 'ada' sebelum matahari 'ada', penemuan baru

KoPi, Lebih dari separuh air di Bumi kemungkinan umurnya lebih tua dari pada matahari, dengan menduga bahwa ada kehidupan di tempat lain di galaksi ini, menurut penelitian.

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Science yang menemukan bahwa “pecahan penting” dari air di Bumi diwariskan dari angkasa antar-bintang, dan telah ada sebelum Matahari terbentuk 4,6 milyar tahun yang lalu.

Para peneliti bisa menjelaskan dari mana air itu datang dengan meneliti rasio hydrogen pada deuterium, sebuah isotop padat dari hydrogen, di molekul-molekul air.

Air atau es yang datang dari angkasa mempunyai rasio yang tinggi dari deuterium pada hydrogen, karena itu membentuk suhu yang rendah.

Tapi, para peneliti belum mengetahui bagaimana deuterium yang banyak bisa hilang saat proses lahirnya matahari, atau seberapa banyak deuterium, air, es dalam matahari akan memproduksi ketika matahari dilahirkan pertama kalinya.

Penemuan tersebut bisa menyimpulkan bahwa setidaknya air di matahari datang dari luar angkasa, dan air yang merupakan unsur paling penting bagi kehidupan di Bumi tidak lah khusus bagi matahari kita.

“Ini adalah langkah penting ke depan untuk penyedikan kita dalam mencari jawaban bahwa ada kehidupan di planet lain,” ketua tim peneliti, dari University of Exeter’s Physics and Astronomy Department.


(Fahrurrazi)
Sumber: News.com.au

back to top