Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Agum Gumelar: Sanksi PSSI mungkin segera akan dicabut

Agum Gumelar: Sanksi PSSI mungkin segera akan dicabut

Jakarta-KoPi| Ketua Komite Ad Hoc Reformasi PSSI Agum Gumelar menyebut ada kabar baik terkait Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang akan diaktifkan kembali, setelah dirinya melakukan audiensi dengan Presiden Jokowi.

Agum Gumelar diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka Jakarta, Rabu sore, bersama dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Saya harus lapor ke Zurich secepatnya. Artinya, kabar baik, PSSI akan diaktifkan kembali," katanya setelah diterima Presiden.

Ia menambahkan, langkah selanjutnya kemudian reformasi berjalan terus untuk melakukan langkah pengawasan dan perbaikan.

Soal kemungkinan akan digelar semacam kongres luar biasa, Agum menyampaikan bahwa hal ini memang harus dilakukan dalam sistem sebagai jalur statuta FIFA.

"Bukan tidak mungkin, tapi harus memenuhi syarat, jalur, melalui jalur statuta FIFA," katanya.

Ia mengatakan, akan bersama-sama dengan Kemenpora untuk mengawasi dan melaksanakan reformasi serta mengawasi jalannya organisasi PSSI yang akan diaktifkan kembali.

Syarat pemerintah

Sementara itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan sejumlah prasyarat sebelum pembekuan terhadap Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dicabut.

"Kalau toh dicabut harus ada prasyarat, prasyarat reformasi harus ditegakkan dan Presiden betul-betul menekankan hal ini," kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu sore.

Ia baru saja diterima Presiden Jokowi bersama Ketua Komite Ad Hoc Reformasi PSSI Agum Gumelar dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membicarakan nasib PSSI.

Menurut dia, ke depan reformasi harus tetap berjalan dengan akuntabilitas tetap ditegakkan.

Pemerintah, kata dia, harus ada dalam bagian yang tidak terpisahkan secara struktural untuk mempermudahkan koordinasi dengan PSSI.

"Dan yang paling penting tadi Presiden menegaskan harus ada akuntabilitas, harus ada laporan yang riil kepada masyarakat sehingga mereka tidak disuguhi hiburan tapi juga mereka belajar bahwa ini adalah industri besar yang harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat itu sendiri," katanya.

Presiden Jokowi, kata Nahrawi, memberinya waktu 1-2 hari ke depan untuk segera mengumumkan keputusan nasib PSSI secara resmi. |Antara|KoPi|

back to top