Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Ada sengsara di balik berkah parkir swadaya

Ada sengsara di balik berkah parkir swadaya
Surabaya – KoPi | Adanya lahan parkir yang dibangun atas inisiatif warga memberikan berkah bagi beberapa pihak. Salah satunya adalah lahan parkir motor di jalan Kali Asin di kawasan mall Tunjungan Plaza Surabaya. Lahan parkir swadaya masyarakat yang menggunakan hampir setengah ruas jalan Kali Asin itu membawa keuntungan besar bagi warga sekitar.

Warga membangun lahan tersebut dengan aturan yang disepakati bersama. Tidak hanya itu, pemilik usaha di sekitar lahan parkir swadaya merasakan pula keuntungan besar setiap hari. Misalnya Pak Rais, pemilik warung makan yang mengaku mampu mendapat penghasilan Rp 1 juta per hari. Namun bagaimana dengan warga Kali Asin lain yang jauh dari lahan parkir?

Kebanyakan warga Kali Asin tinggal di gang-gang yang hanya bisa dilewati satu motor. Karena itu, mereka kadang mengeluhkan jika sepeda motor pengunjung memenuhi jalan. Hal itu diungkapkan Bu Tidar, salah satu warga di Kali Asin Gang 5 yang merasa terganggu dengan lahan parkir tersebut.

“Gimana ya mbak, aku lewat tuh kadang susah banget kalo bawa motor. Itu kan jalan umum, kadang ya motor parkir gitu seenaknya. Atau orang habis parkir gitu lama beres-beres dulu. Itu kan di tengah jalan loh mbak, sampe gregetan!” ujar bu Tidar dengan wajah kesal.

Cipratan rejeki juga tidak didapatkan Bu Iin, pemilik dari warung makan di Kali Asin gang 4. Ia merasa warungnya tidak memiliki pendapatan sebesar warung makan di sekitar lahan parkir swadaya.

“Pengunjung gak bakal lewat sini toh mbak, jadi yo pembeliku cuma warga sekitar sini,” ungkapnya. Hal ini memperlihatkan bahwa keuntungan dari adanya lahan parkir swadaya hanya dirasakan sebagian pihak saja.

Pengguna parkir swadaya sebenarnya juga menyadari lahan parkir tersebut berpotensi mengganggu kenyamanan warga sekitar. Seperti yang diungkapkan Rahman, salah seorang pengguna parkir swadaya. “Aku sebenernya tau sih ini sangat mengganggu jalan, apalagi kan ini jalan umum. Masayarakat sini juga kan harus lewat sini. Cuma ya gimana ya, aku lebih nyaman parkir di sini dibanding parkir di parkir resmi TP,” ujar Rahman.

back to top