Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Ada cinta dalam lantunan dongengnya

Ada cinta dalam lantunan dongengnya

"Bunda Fatma, waktu kecil suka main apa?"

"Bunda Fatma, kucing Bunda ada berapa?"

"Bunda, Bunda, kakak-kakak Bunda suka nakalin Bunda nggak?"

Surabaya - KoPi | Pertanyaan-pertanyaan polos tersebut terlontar dari bibir mungil anak-anak PAUD, TK, dan SD di Sentra Kuliner Semolowaru, Surabaya (19/10). Mendapat pertanyaan-pertanyaan semacam itu, Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Timur Dra. Hj. Fatma Saifullah Yusuf tertawa geli. Dengan sabar, ia membacakan kisah masa kecilnya yang ditulis menjadi buku bacaan bergambar kepada anak-anak tersebut.
 

Aktivitas tersebut merupakan kegiatan utama dalam acara Mendongeng Bersama Ibu Fatma Saifullah Yusuf. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Meningkatkan Gemar dan Pembudayaan Membaca. Kapan lagi istri Wakil Gubernur Jawa Timur membacakan dongeng untuk anak-anak secara langsung?

Fatma menuturkan, buku bacaan bergambar harus dibuat lebih menarik dengan gambar yang bagus, dan kemudian disusun seperti komik. Dengan demikian, anak-anak akan mulai mencintai budaya membaca.

"Mendongeng bersama ini penting ya untuk mengenalkan budaya membaca pada anak-anak. Umur-umur segini kan hanya mau membaca apabila ada gambarnya. Jadi kita beri motivasi supaya mereka lebih rajin membaca. Dengan diajak mendongeng bersama, anak-anak ini bisa makin cinta pada buku dan budaya membaca," ujar Fatma.

Buku bacaan bergambar dengan desain yang menarik akan mendorong anak-anak usia dini, khususnya usia PAUD, TK, dan SD untuk mencintai membaca. Tidak kalah pentingnya adalah peran orang tua agar anak tersebut cinta membaca.

“Orang tua harus mengenalkan budaya membaca dengan memberikan fasilitas anak untuk membaca. Selain bermanfaat bagi kemajuan intelektual, juga memberikan inovasi agar anak terus berkembang dan berprestasi, asalkan buku yang diberikan adalah buku yang bermanfaat,” tambah Fatma.

Selain itu, orangtua juga harus aktif mendorong minat anak agar cinta membaca dengan menunjukkan contoh yang baik, misalnya dengan aktivitas membaca bersama. Dengan melihat orang tua membaca, anak-anak secara tidak langsung akan mengikuti kebiasaan orang tua. “Kalau ibu belajar, anak juga akan ikut belajar,” jelasnya

Fatma menambahkan, buku bacaan bergambar bisa dipakai untuk menambah pengetahuan anak-anak mengenai tokoh nasional. Seperti yang saat ini dilakukan oleh Bunda Lita Kubaca, yang menulis kisah-kisah mengenai tokoh nasional dalam bentuk buku bacaan bergambar. Selain Fatma, tokoh-tokoh nasional lain seperti Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf juga telah dijadikan buku cerita.

back to top