Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

7 tuntutan mahasiswa, salah satunya cabut Permendikbud No. 49

7 tuntutan mahasiswa, salah satunya cabut Permendikbud No. 49
Jogjakarta- KoPi| HMI cabang Jogja menggelar unjuk rasa Hari Pendidikan Nasional di Nol Kilometer sore tadi. Para mahasiswa menuntut pemerintah memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia. Mahasiswa tergabung dari universitas PGRI, ITY, dan STTNAS Jogja.
Menurut koordinator aksi Ibnu Amin menegaskan aksi ini sebagai refleksi terhadap sistem pendidikan di Indonesia.
 
Dalam aksi itu, ada 7 poin tuntutan mahasiswa kepada pemerintah. Pertama, mengimplementasikan pasal 31 UUD 1945. Ke dua, memberantas dan mengadili mafia pendidikan. Ke tiga, pemerataan distribusi guru ke seluruh Indonesia. Ke empat, menciptakan sistem pendidikan yang berdasarkan budaya Indonesia. Ke lima, revolusi mentalitas guru. Keenam, turunkan biaya pendidikan. Ketujuh, hapuskan peraturan Kemendikbud No. 49 tahun 2014.
 
“Berdasarkan pasal 31 UUD 1945, pada realitasnya pendidikan Indonesia tidak sesuai,  masih banyak masyarakat mendpatkan pendidikan yang tidak layak sesuai amanat pendidikan, amanat tidak dilaksanakan dengan benar. Juga sistem pendidikan kita, sis wa bersaing, berorientasi pada nilai”, papar Ibnu.
 
Padahal misi dari pendidikan untuk memanusiakan manusia namun dengan sisitem orientasi nilai mengarahkan manusia ke lapangan pekerjaan semata.
 
Selain itu Ibnu menambahkan peran guru juga patut mendapat evalusi. Tenga pendidik memerlukan revolusi mental. Melalui revolusi mental para guru mampu menciptakan suatu pendidikan yang berbasis pembelajaran bersama.
 
“ Dalam ruang kelas ajang belajr bersam-sama bukan untuk berlomba- lomba. Sehingga saat UN ada pelanggaran bocoran karena orientasi pendidikan ke nilai”, tambah Ibnu.
 
Dalam aksi unjuk rasa para mahasiswa sempat membakar ban. Meskipun tidak membuat kegaduhan yang berarti aksi sempat menganggu lalu lintas jalan raya.
|Winda Efanur FS|
back to top