Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

7 militan perekrut ISIS tertangkap di Marokko

7 militan perekrut ISIS tertangkap di Marokko

Marokko-KoPi, Menteri Dalam Negeri Marokko mengatakan bahwa 7 orang militant ISIS telah ditangkap karena merekrut orang-orang untuk menjadi pejuang bagi ISIS. Para perekrut ISIS tersebut aktif di kota-kota pusat seperti di Fez, Outat El Haj dan Zayou. Mereka juga berencana untuk menyerang Marokko juga.

Tidak dijelaskan kapan sebenarnya penangkapan tersebut dilakukan, tapi pemimpin gerombolan tersebut diketahui adalah seorang “guru” dan mereka mengatakan telah mengatur untuk mengirim beberapa orang untuk menjadi pejuang mereka di Irak dan Syria.

Namun Akhbar al-Yaum mengatakan bahwa jumlah total miliitan perekrut ISIS telah menjadi 9 orang dan mereka rata-rata berumur 20-30 tahun.

Marokko mengatakan sangat khawatir dengan jumlah warganya yang telah pergi ke Irak dan Syria dan juga yang telah pulang dan menyiapkan beberapa serangan di rumahnya sendiri (Marokko).

Pada bulan Juli, mengumumkan mengumumkankan bahwa mereka adalah “ancaman yang serius.”

(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top