Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

7 militan perekrut ISIS tertangkap di Marokko

7 militan perekrut ISIS tertangkap di Marokko

Marokko-KoPi, Menteri Dalam Negeri Marokko mengatakan bahwa 7 orang militant ISIS telah ditangkap karena merekrut orang-orang untuk menjadi pejuang bagi ISIS. Para perekrut ISIS tersebut aktif di kota-kota pusat seperti di Fez, Outat El Haj dan Zayou. Mereka juga berencana untuk menyerang Marokko juga.

Tidak dijelaskan kapan sebenarnya penangkapan tersebut dilakukan, tapi pemimpin gerombolan tersebut diketahui adalah seorang “guru” dan mereka mengatakan telah mengatur untuk mengirim beberapa orang untuk menjadi pejuang mereka di Irak dan Syria.

Namun Akhbar al-Yaum mengatakan bahwa jumlah total miliitan perekrut ISIS telah menjadi 9 orang dan mereka rata-rata berumur 20-30 tahun.

Marokko mengatakan sangat khawatir dengan jumlah warganya yang telah pergi ke Irak dan Syria dan juga yang telah pulang dan menyiapkan beberapa serangan di rumahnya sendiri (Marokko).

Pada bulan Juli, mengumumkan mengumumkankan bahwa mereka adalah “ancaman yang serius.”

(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top