Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

5 manfaat yang menakjubkan dari alpukat

5 manfaat yang menakjubkan dari alpukat
New York-KoPi- Alpukat adalah salah satu makanan yang lezat, kaya akan vitamin, dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh. “Alpukat adalah makanan pembangkit tenaga pada tubuh”, seorang ahli ilmu gizi dan kesehatan masyarakat New York, Cynthia Sass, MPH, RD mengatakan. 

Secara teknis alpukat termasuk kedalam jenis buah-buahan yang memilki kandungan vitamin yang banyak. Sekitar 20 vitamin dan mineral yang berbeda terkandung di dalam buah tropis ini. 

Alpukat memiliki asupan yang tinggi serat, vitamin E dan K, magnesium dan potassium. Setidaknya makan satu alpukat setiap hari secara rutin, dan manfaatnya akan segera terasa. Lima manfaat yang menakjubkan dari alpukat antara lain:

Memberikan rasa kenyang 

Buah alpukat menyediakan sekitar 22 gram lemak nabati yang dapat memenuhi kepuasan nafsu makan seseorang agar tidak makan lagi. Setengah dari buah alpukat dapat mengurangi keinginan untuk makan sampai lima jam.

Pelangsing pinggang 

Menurut survei terbaru di Amerika tentang fobia lemak, banyak orang beranggapan bahwa makanan lemak membuat gemuk. Berbeda dengan lemak pada umumnya, lemak nabati nabati buah alpukat tidak membuat gemuk. Mereka menyediakan antioksidan dan melawan peradangan, yang keduanya dapat menurunkan berat badan. 

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa orang yang mengkonsumsi alpukat secara rutin, berat badan mereka ideal dan memiliki pinggang yang lebih kecil dari sebelumnya. 

Melindungi jantung 

Alpukat telah terbukti memangkas kolesterol "jahat" dan membantu menurunkan risiko penyakit jantung yang merupakan pembunuh nomor 1 didunia. Alpukat juga merupakan sumber kalium, nutrisi yang membantu menurunkan tekanan darah dengan bertindak sebagai diuretik alami untuk menyapu kelebihan natrium dan cairan dalam tubuh. Dengan begitu tekanan pada jantung dan pembuluh darah berkurang.

Penguat nutrisi 

Menikmati alpukat saat makan dapat membantu tubuh menyerap lebih banyak antioksidan daripada makanan sehat lainnya. Sebuah penelitian di Ohio State mengatakan 2,5 sendok makan alpukat baik untuk melawan kanker dan penyakit jantung. 

Studi terbaru lainnya juga menemukan bahwa pasangan alpukat adalah tomat dan wortel. Buah alpukat dapat membantu meningkatkan penyerapan sayuran vitamin A, nutrisi kunci yang dibutuhkan untuk kesehatan dan kekebalan kulit.

Buah yang lezat

Ada begitu banyak cara lain untuk menikmati buah alpukat. Para penikmat buah yang satu ini biasanya menikmatinya dengan cara di jus atau campuran es campur. 

Berbeda dari biasanya, kali ini alpukat dapat dinikmati sebagai bahan campuran membuat puding, brownies, cupcake, dll. Makanan yang disajikan menggunakan campuran alpukat akan ter-upgrade kualiatas gizinya, tekstur menjadi lebih lembut, dan lezat.

Irfan Ridlowi

Sumber: news.health.com

 

back to top