Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

5 hal tabu untuk dikatakan kepada rekan kerja yang beragama Islam

5 hal tabu untuk dikatakan kepada rekan kerja yang beragama Islam

KoPi| Saat ini Islam telah berkembang luas di seluruh dunia. Tak jarang umat Islam bekerja di tempat yang memungkinkan mereka untuk bekerjasama dengan umat agama lain. Di bawah ini ada lima hal yang lebih baik tidak dikatakan kepada rekan kerja yang beragama Islam.

Dalam 30 tahun terakhir, jumlah kaum Muslimin di seluruh dunia telah meningkat pesat. Sebuah angka statistik menunjukkan, pada tahun 1973 penduduk Muslim di dunia hanya berjumlah 500 juta jiwa. Namun, saat ini jumlahnya naik sekitar 300 persen menjadi 1,57 miliar jiwa. Tercatat, satu dari empat penduduk dunia beragama Islam.

Islam menjadi agama yang berkembang pesat di Amerika. Kebanyakan orang Islam di Amerika bekerja di lembaga-lembaga tertentu dengan pendapatan yang lumayan. Berikut 5 hal yang tidak perlu Anda katakan atau tanyakan jika memiliki rekan kerja beragama muslim:

1. Kenapa umat Islam tidak bisa memutuskan kapan tepatnya Ramadhan dimulai?

Karena Islam memakai kalender lunar, maka hari Ramadhan ditentukan oleh penampakan bulan baru yang bervariasi dari tahun ke tahun. Dan seperti agama lain, ada perbedaan penafsirannya dalam keyakinan. “Ada yang menggunakan data ilmiah untuk menentukan kapan bulan baru dapat terlihat dan ada yang harus melihat bulan dengan mata telanjang terlebih dahulu agar dapat menentukan,” ungkap Nadir Shirazi, pengarang The Ramadan Guide for the Workplace. Jadi tanggal awal dan akhir Ramadhan tergantung pada masing masing individu Islam tersebut, sesuai dengan hukum yang mereka ambil. Dan dalam kasus seperti ini, menyediakan jam kerja yang fleksibel dan memungkinkan libur yang berbeda antara karyawan Islam dan karyawan yang beragama lain dirasa lebih efektif.

2. Mengapa Anda tidak makan hari ini?

Umat muslim memiliki hari dimana mereka tidak makan atau minum mulai dari terbitnya hingga terbenamnya matahari yang disebut puasa. Puasa bagi umat islam sendiri  terbagi menjadi dua, yang wajib dan yang sunnah. Puasa wajib seperti puasa Ramadhan akan dilakukan selama sebulan penuh. Sedang pusa sunnah sangat beragam, seperti puasa yang dilakukan setiap hari senin dan kamis. Sehingga tidak tepat menawari mereka makan ketika mereka sedang menjalankan aktivitas puasa. Awad Niham, pendiri Dewan Hubungan Amerika-Islam yang berbasis di Washington DC menambahkan bahwa "Yang dapat dilakukan oleh bos maupun teman sekantor lakukan ketika temannya sedang berpuasa adalah tidak memaksanya untuk menghadiri pesta-pesta yang kantor adakan."

3. Kenapa kamu tidak terlihat/ berpakaian seperti seorang Muslim?

Dengan jumlah 1,6 miliar Muslim di seluruh dunia, untuk berpikir bahwa semua penampilan dan pakaian mereka semua sama merupakan stereotip. "Semua Muslim tidak memiliki jenggot panjang atau memakai jubah putih atau mengenakan jilbab," jelas Imam Hamad Ahmad Chebli dari Islamic Society of Central Jersey (ISCJ) South Brunswick, New Jersey. Pada kenyataannya, prinsip Islam secara khusus menyatakan bahwa tidak ada paksaan dalam agama. Dan menanyakan seorang wanita Muslim mengapa dia tidak memakai hijab dirasa kurang sopan. "Islam merupakan agama yang personal dan privat," kata Mirza Afia, karyawan Diversity.Inc yang beragama islam.

4. Kamu bukan orang Arab?

Pertanyaan tersebut tidak terlalu tepat untuk ditanyakan bagi teman kita yang beragama muslim. Karena hanya sekitar 20 persen dari Muslim di seluruh dunia berasal dari Timur Tengah. "Muslim bisa berkulit hitam. Muslim bisa berkulit putih. Muslim bisa menjadi senator di Gedung Putih," ungkap Chebli. Menurut Pew Forum tentang Agama dan Kehidupan Publik, terdapat tiga pemimpin senior dalam pemerintahan AS yang beragama Islam, yaitu Dalia Mogahed, Ebrahim "Eboo" Pateldan Rep Keith Ellison. Dan menurut Survey mengenai Agama di Amerika, 10 persen Muslim berasal dari Latin, 15 persen orang kulit putih, 27 persen berkulit hitam dan 34 persen merupakan orang Asia.

5. Mengapa kamu tidak beribadah nanti saat istirahat saja?

Pertanyaan ini bisa melanggar hak-hak beragama. Itu karena seorang Muslim harus melakukan ibadah dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, orang Muslim akan membutuhkan tempat khusus yang bersih ketika beribadah. Pada hari Jumat, para laki-laki yang beragama Islam diwajibkan untuk sholat di masjid. Untuk itu, perusahaan perlu memberikan jam makan siang yang lebih panjang pada hari Jum’at. Perusahaan seperti Ford Motor Co., memiliki karyawan yang berbasis lintas agama dan membebaskan mereka untuk melaksanakan ibadah dalam agama yang mereka anut. "Ini bukan hanya masalah konstitusional," kata Awad, "tetapi ketika Anda memiliki lingkungan kerja yang ramah terhadap perbedaan, Anda akan memiliki karyawan yang memiliki performa yang lebih baik dan lebih setia." |diversityinc.com|

back to top