Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

40 museum DIY dan Nusantara pamerkan koleksi unggulan di JCM

40 museum DIY dan Nusantara pamerkan koleksi unggulan di JCM

Sleman-KoPi│ Pemerintah Daerah DIY, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI serta Asosiasi Musim Indonesia menyelenggerakan pameran museum 2017 yang diikuti 40 museum dari DIY dan wilayah nusantara lainnya selama lima hari, dari tanggal 17-21 Mei 2017 di atrium Jogja City Mall (JCM).

Pameran ini dibuka oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwana X yang juga dihadiri oleh Ketua Asosiasi Museum Indonesia.

Menurut Sri Sultan, museum memiliki peran edukasi. Museum sejak dulu biasa digunakan  cendikiawan sebagai tempat berkumpul untuk mengkaji ilmu pengetahuan. Namun, pada saat ini masyarakat kurang memiliki minat untuk mengunjungi museum.

“Kenyataan memperlihatkan hanya terdapat 2 persen pengunjung museum dari tingkat penduduk yang ada. Refitalisasi yang dilakukan belum mampu mendongkrak jumlah pengunjung museum”, ujar Sultan saat memberikan sambutan pada pembukaan pameran museum 2017, Rabu (17/5).

Sultan mengharapkan adanya gerakan nasional cinta museum dengan digelarnya salah satu pameran di mall ini.

“Acara ini sengaja dirancang dalam suasana joyfull learning yang atraktif dan menyenangkan karena digelar di pusat pembelanjaan. Saya mengapreasi penyelenggaraan pameran museum ini dan harapannya bisa mengembalikan museum sebagai ruang edukasi masyarakat yang dampaknya bisa semakin meluas”, jelas Sultan.

Sementara Ketua Penyelenggara Pameran Museum Nasional, Singgih Raharjo, mengatakan pameran yang bertema Museum Jogja untuk Indonesia ini sengaja dilakukan di mall karena gaya hidup masyarakat yang telah berubah.

“Pameran sengaja diselenggarakan di mall untuk mendekatkan masyarakat dengan museum, karena mall tidak hanya berorientasi pada jual beli namun juga rekreasi. Museum kita sosialisasikan sebagai tempat belajar dan rekreasi tidak hanya sebagai tempat menyimpan barang ”, tuturnya.

Pameran museum ini sendiri diikuti oleh 40 museum dari DIY dan beberapa wilayah nusantara yang memamerkan koleksi unggulannya.

“Kami berharap pameran nasional ini dapat digunakan sebagai ajang saling kenal koleksi unggulan dan transfer ilmu pengetahuan tentang museum”, pungkasnya.

back to top