Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

3 SPBU Jogja launching Pertalite

3 SPBU Jogja launching Pertalite

Jogjakarta-KoPi| PT. Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV me-launching bahan bakar baru Pertalite di SPBU Lempuyangan pukul 09.00 WIB. 

Pertalite merupakan varian baru produk bahan bakar non subsidi Pertamina. Pertalite memiliki oktan 90 di atas premium dengan 88 oktan, dan di bawah Pertamax dengan 92 oktan.

Menurut Direktur Marketing Wilayah Jateng dan DIY, dalam uji pasar Pertalite perdana untuk wilayah Semarang dan DIY, ada 16 SPBU memasarkan Pertalite, 14 SPBU untuk wilayah Solo sisanya 3 SPBU di DIY, yakni di SPBU Lempuyangan, SPBU Kusumanegara, dan SPBU Sultan Agung.

"Ini kita permulaan roll out per hari per minggu dan akan bertambah terus, targetnya MOR Agustus ini ada 50 SPBU sudah menjual Pertalite," tutur Fredi saat konferensi pers di SPBU Lempuyangan pukul 10.00 WIB.

Distribusi Pertalite sudah memasuki tahap dua setelah distribusi di Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Prosentase distribusi Pertalite sekitar 10% di Jogjakarta dibandingkan dengan Premium dan Pertamax.

Distribusi Pertalite MOR IV disuplay dari terminal BBM Boyolali dengan kapasitas 5 ribu kilo liter Jateng dan DIY. Sejauh ini animo masyarakat cukup baik. Terbukti dengan 60 transaksi atau 650 liter sejak pukul 06.00-10.00 WIB.

Fredi menambahkan hadirnya Pertalite non subsidi tidak bertujuan untuk menghapus premium secara perlahan, namun untuk menambah variasi bahan bakar kepada masyarakat.

"Kita tidak akan menghapus premium, semu produk berkompetisi, lebih memberikan variasi ke masyarakat," pungkas Fredi.

Hal serupa diungkapkan oleh konsumen, Untung Sutrisno yang mengatakan munculnya Pertalite menambah pilihan BBM bagi konsumen. "Dari Premium ke Pertalite udah gak mahal trus dari Pertalite ke Pertamax juga gak mahal ini tergantung pilihan," tutur Untung. |Winda Efanur FS|

back to top