Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Masih kisruh sabda raja, ini 3 sikap JNM 'Mataram'

Masih kisruh sabda raja, ini 3 sikap JNM 'Mataram'

Jogjakarta-KoPi| Sabda raja 31 Mei yang lalu masih mnyisakan pertentangan di lingkup masyarakat. Setelah PWNU Jogja menyatakan sikap menolak, kini komunitas JNM ( Jamaah Nahdliyin Mataram) juga menetapkan sikapnya.

Menurut koordinator JNM, Muhammad Alfuniam menegaskan keluarnya sabda raja secara tidak langsung telah memutus rantai kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan Mataram Islam. Padahal keduanya merupakan satu keterkaitan yang bersifat mutlak.

Dasar inilah yang melatarbelakangi seminar “ Revitalisasi Islam Jawa” guna memahamkan masyarakat sejarah Mataram Islam sekaligus urgensi gelar sultan terhadap keberlangsungan dinasti Mataram Islam.

“ Menyoal kembali hubungan Mataram Islam dengan Islam Jawa. Komunitas JNM ini mendasari filosofi dari Mataram Islam, yang selanjutnya mendasari Islam Jawa.

Dalam konteks lebih lanjut kekisruhan sabda sultan. Pihak JNM tidak ingin larut dalam perdebatannya. Tidak memihak salah satu blok. JNM hanya ingin mempertahankan Mataram Islam atau Ngayogyakarta Hadiningrat.

“JNM terdiri dari golongan anak muda NU, akademisi, bisnis. Secara garis besar JNM mengadopsi pemikiran Gusdur. Menjunjung toleransi dan pluralisme. Namun dari suksesi ini, beberapa pihak melihat seolah JNM melawan sabda raja. Padahal yang kita lakukan tidak ingin terlibat salah satunya, hanya ingin mempertahankan Mataram Islam, dari Panembaha Senopati sampai HB X,  tidak terpelas dari Matram Islam”, tegas Alfuniam saat memberi sambutan pada seminar “Revitalisasi Islam Jawa di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga pukul 10.00 WIB.

Dalam sabda raja ini, JNM menyatakan pada tiga posisi. Pertama, posisi sebagai kawulo, dengan menyampaikan kegelisahan melalui diskusi seminar ini. Kedua, sebagai rakyat yang bisa menggugat keputusan pimpinannya ( Gubernur DIY). Ketiga, sebagai muslim JNM meyakini bahwa kraton Jogja tidak bisa dipisahkan dari Mataram Islam sendiri. |Winda Efanur FS|

back to top