Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Masih kisruh sabda raja, ini 3 sikap JNM 'Mataram'

Masih kisruh sabda raja, ini 3 sikap JNM 'Mataram'

Jogjakarta-KoPi| Sabda raja 31 Mei yang lalu masih mnyisakan pertentangan di lingkup masyarakat. Setelah PWNU Jogja menyatakan sikap menolak, kini komunitas JNM ( Jamaah Nahdliyin Mataram) juga menetapkan sikapnya.

Menurut koordinator JNM, Muhammad Alfuniam menegaskan keluarnya sabda raja secara tidak langsung telah memutus rantai kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan Mataram Islam. Padahal keduanya merupakan satu keterkaitan yang bersifat mutlak.

Dasar inilah yang melatarbelakangi seminar “ Revitalisasi Islam Jawa” guna memahamkan masyarakat sejarah Mataram Islam sekaligus urgensi gelar sultan terhadap keberlangsungan dinasti Mataram Islam.

“ Menyoal kembali hubungan Mataram Islam dengan Islam Jawa. Komunitas JNM ini mendasari filosofi dari Mataram Islam, yang selanjutnya mendasari Islam Jawa.

Dalam konteks lebih lanjut kekisruhan sabda sultan. Pihak JNM tidak ingin larut dalam perdebatannya. Tidak memihak salah satu blok. JNM hanya ingin mempertahankan Mataram Islam atau Ngayogyakarta Hadiningrat.

“JNM terdiri dari golongan anak muda NU, akademisi, bisnis. Secara garis besar JNM mengadopsi pemikiran Gusdur. Menjunjung toleransi dan pluralisme. Namun dari suksesi ini, beberapa pihak melihat seolah JNM melawan sabda raja. Padahal yang kita lakukan tidak ingin terlibat salah satunya, hanya ingin mempertahankan Mataram Islam, dari Panembaha Senopati sampai HB X,  tidak terpelas dari Matram Islam”, tegas Alfuniam saat memberi sambutan pada seminar “Revitalisasi Islam Jawa di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga pukul 10.00 WIB.

Dalam sabda raja ini, JNM menyatakan pada tiga posisi. Pertama, posisi sebagai kawulo, dengan menyampaikan kegelisahan melalui diskusi seminar ini. Kedua, sebagai rakyat yang bisa menggugat keputusan pimpinannya ( Gubernur DIY). Ketiga, sebagai muslim JNM meyakini bahwa kraton Jogja tidak bisa dipisahkan dari Mataram Islam sendiri. |Winda Efanur FS|

back to top