Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Masih kisruh sabda raja, ini 3 sikap JNM 'Mataram'

Masih kisruh sabda raja, ini 3 sikap JNM 'Mataram'

Jogjakarta-KoPi| Sabda raja 31 Mei yang lalu masih mnyisakan pertentangan di lingkup masyarakat. Setelah PWNU Jogja menyatakan sikap menolak, kini komunitas JNM ( Jamaah Nahdliyin Mataram) juga menetapkan sikapnya.

Menurut koordinator JNM, Muhammad Alfuniam menegaskan keluarnya sabda raja secara tidak langsung telah memutus rantai kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan Mataram Islam. Padahal keduanya merupakan satu keterkaitan yang bersifat mutlak.

Dasar inilah yang melatarbelakangi seminar “ Revitalisasi Islam Jawa” guna memahamkan masyarakat sejarah Mataram Islam sekaligus urgensi gelar sultan terhadap keberlangsungan dinasti Mataram Islam.

“ Menyoal kembali hubungan Mataram Islam dengan Islam Jawa. Komunitas JNM ini mendasari filosofi dari Mataram Islam, yang selanjutnya mendasari Islam Jawa.

Dalam konteks lebih lanjut kekisruhan sabda sultan. Pihak JNM tidak ingin larut dalam perdebatannya. Tidak memihak salah satu blok. JNM hanya ingin mempertahankan Mataram Islam atau Ngayogyakarta Hadiningrat.

“JNM terdiri dari golongan anak muda NU, akademisi, bisnis. Secara garis besar JNM mengadopsi pemikiran Gusdur. Menjunjung toleransi dan pluralisme. Namun dari suksesi ini, beberapa pihak melihat seolah JNM melawan sabda raja. Padahal yang kita lakukan tidak ingin terlibat salah satunya, hanya ingin mempertahankan Mataram Islam, dari Panembaha Senopati sampai HB X,  tidak terpelas dari Matram Islam”, tegas Alfuniam saat memberi sambutan pada seminar “Revitalisasi Islam Jawa di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga pukul 10.00 WIB.

Dalam sabda raja ini, JNM menyatakan pada tiga posisi. Pertama, posisi sebagai kawulo, dengan menyampaikan kegelisahan melalui diskusi seminar ini. Kedua, sebagai rakyat yang bisa menggugat keputusan pimpinannya ( Gubernur DIY). Ketiga, sebagai muslim JNM meyakini bahwa kraton Jogja tidak bisa dipisahkan dari Mataram Islam sendiri. |Winda Efanur FS|

back to top