Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

2 siswa Austria ingin ikut ISIS, berhasil dicegah

2 siswa Austria ingin ikut ISIS, berhasil dicegah

Austria-KoPi, Polisi Australia mencegah dua orang siswa perempuan yang masih berumur 14 dan 15 tahun dari rencananya yang hendak pergi ke Syria. Berdasarkan informasinya, mereka katanya ingin ikut ISIS.

Negara-negara di Eropa telah memperkuat pengawasan untuk menghentikan orang-orang yang ingin pergi untuk ikut menjadi militan ISIS di Syria dan Irak dimana tidak semua dari mereka adalah laki-laki.

Dua siswa perempuan tersebut ditangkap oleh polisi di Austria bagian selatan di kota Graz “dengan koper… hendak ingin ke Syria,” juru bicara Menteri Dalam Negeri Alexander Marakovits mengatakan kepada AFP.

Harian The Kronen Zeitung mengatakan bahwa dua wanita tersebut bisa saling mengenal melalui web dan salah satu mereka mengatakan bahwa ia ingin “mendukung ISIS, tidak masalah walaupun itu di mana”.

“Kita sedang memeriksa bagaimana mereka bisa dipengaruhi, apakah itu melalui internet atau memang oleh orang-orang yang beraksi di lapangan entah di Austria atau di mana,” ujar Marakovits.

Dua siswa perempuan tersebut katanya akan terbang ke Turkey kemudian melewati perbatasan ke Syria di sana. Pada bulan Mei dua siswa perempuan lainnya dilaporkan telah berangkat ke Syria untuk “berperang demi Islam”.

Juru bicara menteri tersebut mengatakan bahwa 142 orang Austria, termasuk 12 wanita, telah diperkirakan ingin ke Syria. 10 orang yang dicurigai ingin menjadi jihadis telah ditangkap di Austria pada pertengahan Agustus.


(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top