Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

2 siswa Austria ingin ikut ISIS, berhasil dicegah

2 siswa Austria ingin ikut ISIS, berhasil dicegah

Austria-KoPi, Polisi Australia mencegah dua orang siswa perempuan yang masih berumur 14 dan 15 tahun dari rencananya yang hendak pergi ke Syria. Berdasarkan informasinya, mereka katanya ingin ikut ISIS.

Negara-negara di Eropa telah memperkuat pengawasan untuk menghentikan orang-orang yang ingin pergi untuk ikut menjadi militan ISIS di Syria dan Irak dimana tidak semua dari mereka adalah laki-laki.

Dua siswa perempuan tersebut ditangkap oleh polisi di Austria bagian selatan di kota Graz “dengan koper… hendak ingin ke Syria,” juru bicara Menteri Dalam Negeri Alexander Marakovits mengatakan kepada AFP.

Harian The Kronen Zeitung mengatakan bahwa dua wanita tersebut bisa saling mengenal melalui web dan salah satu mereka mengatakan bahwa ia ingin “mendukung ISIS, tidak masalah walaupun itu di mana”.

“Kita sedang memeriksa bagaimana mereka bisa dipengaruhi, apakah itu melalui internet atau memang oleh orang-orang yang beraksi di lapangan entah di Austria atau di mana,” ujar Marakovits.

Dua siswa perempuan tersebut katanya akan terbang ke Turkey kemudian melewati perbatasan ke Syria di sana. Pada bulan Mei dua siswa perempuan lainnya dilaporkan telah berangkat ke Syria untuk “berperang demi Islam”.

Juru bicara menteri tersebut mengatakan bahwa 142 orang Austria, termasuk 12 wanita, telah diperkirakan ingin ke Syria. 10 orang yang dicurigai ingin menjadi jihadis telah ditangkap di Austria pada pertengahan Agustus.


(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top