Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

100 negara membahas 'akut' krisis air dunia

100 negara membahas 'akut' krisis air dunia

Stockholm-KoPi| Para pemimpin dunia dalam Pekan Air Dunia ke- 25 mendesak masyarakat dunia memberikan perhatian serius terhadap untuk peran air. Berusaha untuk menemukan solusi untuk krisis air yang terus meningkat.

Menurut siaran pers dari Pekan Air Dunia, mulai dari 23 Agustus melakukan program penggalangan air. Melalui tema” World Water Week” penggunaan air tidak berlebihan.

"Air adalah dasar untuk semua aspek kemajuan manusia dan masyarakat. Kami membutuhkannya untuk bertahan hidup - secara harfiah, untuk memuaskan dahaga kita, untuk mempersiapkan makanan kita, dan menjaga kebersihan kita, tetapi juga pusat pembangunan ekonomi dan sosial, pertumbuhan yang berkelanjutan, dan prasyarat untuk ekosistem yang sehat," kata siaran pers.

Selama sesi pembukaan Senin, Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven mengatakan: "Swedia berkomitmen untuk fokus pada air dan sanitasi dalam kerjasama pembangunan Perubahan iklim tidak lagi menjadi masalah bagi masa depan.."
Perkataan Stefan disetujui oleh Abdullah Ensour, Perdana Menteri Yordania Adnan dan Z. Amin, Direktur Jenderal Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA).

Selama seminggu, tantangan kompleks yang berkaitan dengan air dan pembangunan akan dibahas oleh sekitar 2.600 peserta dari lebih dari seratus negara. Mereka mewakili pemerintah, sektor swasta, organisasi multilateral, masyarakat sipil dan akademisi. |http://www.xinhuanet.com |Winda Efanur FS|

back to top