Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

100 negara membahas 'akut' krisis air dunia

100 negara membahas 'akut' krisis air dunia

Stockholm-KoPi| Para pemimpin dunia dalam Pekan Air Dunia ke- 25 mendesak masyarakat dunia memberikan perhatian serius terhadap untuk peran air. Berusaha untuk menemukan solusi untuk krisis air yang terus meningkat.

Menurut siaran pers dari Pekan Air Dunia, mulai dari 23 Agustus melakukan program penggalangan air. Melalui tema” World Water Week” penggunaan air tidak berlebihan.

"Air adalah dasar untuk semua aspek kemajuan manusia dan masyarakat. Kami membutuhkannya untuk bertahan hidup - secara harfiah, untuk memuaskan dahaga kita, untuk mempersiapkan makanan kita, dan menjaga kebersihan kita, tetapi juga pusat pembangunan ekonomi dan sosial, pertumbuhan yang berkelanjutan, dan prasyarat untuk ekosistem yang sehat," kata siaran pers.

Selama sesi pembukaan Senin, Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven mengatakan: "Swedia berkomitmen untuk fokus pada air dan sanitasi dalam kerjasama pembangunan Perubahan iklim tidak lagi menjadi masalah bagi masa depan.."
Perkataan Stefan disetujui oleh Abdullah Ensour, Perdana Menteri Yordania Adnan dan Z. Amin, Direktur Jenderal Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA).

Selama seminggu, tantangan kompleks yang berkaitan dengan air dan pembangunan akan dibahas oleh sekitar 2.600 peserta dari lebih dari seratus negara. Mereka mewakili pemerintah, sektor swasta, organisasi multilateral, masyarakat sipil dan akademisi. |http://www.xinhuanet.com |Winda Efanur FS|

back to top