Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

100 negara membahas 'akut' krisis air dunia

100 negara membahas 'akut' krisis air dunia

Stockholm-KoPi| Para pemimpin dunia dalam Pekan Air Dunia ke- 25 mendesak masyarakat dunia memberikan perhatian serius terhadap untuk peran air. Berusaha untuk menemukan solusi untuk krisis air yang terus meningkat.

Menurut siaran pers dari Pekan Air Dunia, mulai dari 23 Agustus melakukan program penggalangan air. Melalui tema” World Water Week” penggunaan air tidak berlebihan.

"Air adalah dasar untuk semua aspek kemajuan manusia dan masyarakat. Kami membutuhkannya untuk bertahan hidup - secara harfiah, untuk memuaskan dahaga kita, untuk mempersiapkan makanan kita, dan menjaga kebersihan kita, tetapi juga pusat pembangunan ekonomi dan sosial, pertumbuhan yang berkelanjutan, dan prasyarat untuk ekosistem yang sehat," kata siaran pers.

Selama sesi pembukaan Senin, Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven mengatakan: "Swedia berkomitmen untuk fokus pada air dan sanitasi dalam kerjasama pembangunan Perubahan iklim tidak lagi menjadi masalah bagi masa depan.."
Perkataan Stefan disetujui oleh Abdullah Ensour, Perdana Menteri Yordania Adnan dan Z. Amin, Direktur Jenderal Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA).

Selama seminggu, tantangan kompleks yang berkaitan dengan air dan pembangunan akan dibahas oleh sekitar 2.600 peserta dari lebih dari seratus negara. Mereka mewakili pemerintah, sektor swasta, organisasi multilateral, masyarakat sipil dan akademisi. |http://www.xinhuanet.com |Winda Efanur FS|

back to top