Menu
Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Prev Next

10 Wanita Inspiratif Indonesia

10 Wanita Inspiratif Indonesia

KoPi|Tanggal 22 Desember kita memperingati Hari Ibu. Ibu yang sejatinya adalah seorang wanita memiliki sejuta ‘kesaktian’. Dia bukan hanya wanita yang melahirkan dan membesarkan buah hatinya. Lebih dari itu, wanita adalah kunci kedamaian keluarga. Bahkan dalam kacamata yang lebih lebar wanita mampu menjadi ibu bagi bangsanya sendiri. Dalam mengenang cinta kasih kepada ibu- ibu Indonesia koranopini.com mengulas 10 wanita hebat Indonesia. Mereka contoh kecil ibu yang mampu berkreasi dan berkontribusi besar bagi keluarga, masyarakat dan negara.

1.    Antarina SF Amir
Antarina SF Amir adalah lulusan akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia  yang sukses menjadi Direktur Pengelola HighScope Indonesia. Cucu dari Ki Hajar Dewantara ini awalnya tidak menduga akan terjun mengikuti jejak kakeknya.

Kepeduliannya terhadap pendidikan berawal ketika dia melanjutkan studi di Amerika Serikat. Disana dia melihat dua paradigma pendidikan yang sangat berbeda. Profesor yang mengajarnya mematahkan klaim kebenaran pandangan tradisional. Menurutnya bunga identik digambar warna merah dan daun warna hijau. Lalu Sang profesor membacakan puisi karya Harry Chaplin berjudul Flowers are Red, bercerita tentang anak yang depresi karena dilarang mewarnai bunga dengan warna lain.

Berangkat dari pengalaman itu perempuan kelahiaran 8 Juni 1962 ini tergerak untuk mendirikan HighScope Indonesia dengan paradigma dasar konstruktif. Dimana anak mampu mengembangkan bakatnya sendiri, melalui tanya jawab (investigative dan inquiry). Metode pembelajaran di dalamnaya concern pada pembentukan pribadi yang kreativitas, kritis dan produktif.

2.    Mutia Hatta
Prof. Dr. Meutia Farida Hatta Swasono adalah politikus Indonesia yang menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 25 Januari 2010. Putri seorang proklamator dan wakil presiden, Muhammad Hatta ini, sejak kecilnya akrab dengan dunia politik..

Meskipun bertitel anak pejabat, Meutia tidak memilih-milih temannya. Dia bermain bersama anak-anak pada umumnya. Hidupnya pun sederhana, mewarisi sikap ayahnya. Hingga kini prinsip kesederhanaan itu juga diturunkan kepada anak-anaknya.
Ketika menjabat Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Meutia menggagas penegakan pemberlakuan UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT). Landasan hukum bagi perempuan agar terlepas dari tindak kekerasan lelaki dalam berumah tangga.

Bagi istri Prof. Sri Edi Swasono ini yang terpenting bukan seberapa tinggi jabatan itu, tetapi seberapa mampu dia menjalankan amanat tersebut.

3.    Anne Avantie
Anne Avantie perancang busana terkenal Indonesia. Perempuan kelahiran Semarang 20 Mei sejal kecilnya tertarik dalam dunia mode. Hasil karyanya dikenal di skala internasional. Banyak busananya  dipakai oleh para selebriti Indonesia hingga sejumlah ratu sejagat (Miss Universe) yang pernah datang ke Indonesia.

Awal karirnya saat kecil dia gemar membuat berbagai pita/hiasan rambut untuk dijual ke teman-temannya. Berlanjut hingga dia ditawari membuat kostum grup vokal remaja asal Solo. Namun karirnya secara serius ditekuni ketika dia mengontrak rumah dengan modal dua mesin jahit pada tahun 1989. Dari rumah yang diberi nama"Griya Busana Permatasari”  itulah Anne merintis usahanya. Hingga tahun 2010, Anne memiliki dua butik di Mall Kelapa Gading dan Roémah Pengantén, Grand Indonesia] Selain itu, Anne juga memiliki toko bernama "PENDOPO" yang menjual produk seni dalam negeri hasil karya usaha kecil menengah (UKM).

selain di dunia mode, desainer cerdas ini juga aktif di dunia sosial. pada tahun 2002 Anne mendirikan rumah singgah untuk para penderita hydrocephalus, namun mulai tahun 2005 banyak penderita astreni ani, tumor, labiopalataschisis, bibir sumbing, dan penderita cacat lainnya yang datang untuk mendapatkan pertolongan.

Berkat dedikasinya itu pada tahun 2004, 2005, dan 2008, Ibu Negara, Ny. Ani Bambang Yudhoyono memberikan penghargaan "Kartini Award" kepada Anne Avantie atas kontribusinya dalam mengembangkan industri kecil.

4.    Antie Solaiman
Dr. antie solaiman, MA adalah wanita kelahiran Yogyakarta 9 desember 1952 yang mencurahkan hidupnya untuk kemajuan Papua. Antie tiba di Papua pada tahun 1986 di tembagapura. Dia sempat menjadi dosen di Universitas Kristen Indonesia, Papua. Kehidupan yang jauh dari peradaban ini dirasakan selama 10 tahun. Meledakan keprihatinan yang teramat dalam baginya. Secara kasat mata dia melihat “pengabaian” pemerintah RI terhadap masyarakat Papua.

Antie bertekad menetap dan berjuang membangun daerah pedalaman itu. Realisasinya wanita 59 tahun ini mendirikan Pusat Studi Papua di Universitas Kristen Indonesia. Di kampus ini terdapat kurang lebih 200 mahasiswa-mahasiswi papua diberikan beasiswa, asrama, dan uang saku.

Alasan Antie mendirikan Pusat Studi Papua di Lembaga Akademis maka akan lebih mudah jika kampus menyelenggarakan acara-acara, diskusi-diskusi dengan tema politik, budaya atau sosial. Dilain sisi Antie berharap agar Pusat Studi Papua tidak statis soal belajar tetapi ke depannya mampu mendobarak “tembok berlin ”penghalang perubahan dan kesejahteraan yang kini terjadi di Papua.

Selain Papua, Antie juga membangun puskesmas di Kepulauan Mentawai, kurang lebih 10 tahun ia melayani masyarakat Mentawai, membangun puskesmas dan sarana pendidikan lainnya.

5.    Fahira Fahmi Idris
Fahira Fahmi Idris, SE., MH. Dikenal seorang aktivis dan pengusaha sukses Indonesia. Putri sulung politisi Golkar, Fahmy Idris ini memimpin banyak perusahaan. Namun dalam kesehariannya dikenal sebagai pengusaha parsel dan bunga. Usaha yang digeluti sejak mahasiswa. Berkat bakat enterpreneur itu pula yang menjembataninya memimpin beberapa perusahaan diantaranya Nabila Parcel Bunga Internasional, Aries Shooting Club, PT. Aries Mandiri Indonesia, dan lain-lain.

Selain aktif menjadi pengusaha, wanita kelahiran Jakarta ini juga sibuk turun ke dunia sosial. Dia tak segan turun membantu korban bencana gempa di Jogjakarta tahun 2006 serta gempa bumi di pesisir Padang Pariaman dan kota Padang pada tahun 2009. Belakangan, bersama teman-teman twitter-nya, ia mendirikan Posko Bantu Banjir di Rumah Damai Indonesia pada saat Jakarta terkena musibah banjir bandang di bulan Januari 2013.

Fahira juga menorehkan presatasi lain. The Most Inspiring Twitter tahun 2010 menobatkannya sebagai Twitter terinspiratif sejagad. Dia memperoleh 71 persen suara, unggul dari Diana Adams (@adamsconsulting), penulis dan wirausahawan asal Atlanta, Amerika Serikat (AS). Pesaing Fahira berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, India, Filipina, Malaysia dan lain-lain.

Galangan dukungan mengalir ke Fahira karena berania mengkritik Front Pembela Islam (FPI), dia bahkan mendatangi markas FPI, berdialog dan menyampaikan kritikan masyarakat terhadap FPI.

6.    Ivana Lie
Ivana Lie Ing Hoa adalah legenda bulu tangkis Indonesia. Namanya harum di era 80-an, sebagai atlet serba bisa; bermain  tunggal putri, ganda putri, maupun ganda campuran.

Wanita kelahiran Bandung ini telah menyukai bulu tangkis sejak kecil. Awalnya dia iseng-iseng mengikuti pertandingan bulu tangkis tanpa diduga banyak kemenangan yang diraihnya. Bahkan dari reward kejuarannya itu, dia yang berasal dari keluarga sederhana- menutup biaya sekolahnya dari jerih payah di lapangan.

masa keemasannya saat dia menjuarai Taiwan Open 1982, Indonesia Open dan Sea Games pada 1983, dan Chinese Taipei Masters Invitation 1984. Dia juga menjadi runner-up di 1984 World Badminton Grand Prix.

Ivana yang awalnya seorang pemain bulu tangkis tunggal putri, ternyata juga mampu bermain dalam ganda campuran dan sukses menjuarai beberapa turnamen, seperti Asian Games (1982), Badminton World Cup (1983), Indonesia Open (1983, 1984) dan U.S. Open (1988), berpasangan dengan Christian Hadinata. Sementara pada ganda putri, Ivana memenangi Indonesia Open (1986, 1987), China Open yang pertama (1986), dan menjadi finalis World Badminton Grand Prix (1986). Ivana juga memperkuat tim Indonesia pada Piala Uber, yaitu pada tahun 1978, 1981, dan 1986.

Setelah pensiun, Ivana membuka usaha garmen ‘Levana’.  Selain itu ia juga aktif menjadi pelatih bulu tangkis melatih anak-anak. Kini dia disibukan diri menjadi staf khusus di Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga. Bukti konsistensinya untuk terus melakukan pembinaan olahraga yang telah mengharumkan namanya.

7.    NH. Dini
Nurhayati Srihardini seorang wanita kelahiran 29 Februari 1936 di Semarang, Jawa Tengah. “Ketajaman penanya” menobatkannya sebagai salah satu sastrawan legendaris Indonesia. NH. Dini berasal dari keluarga sederhana. Pengarang sastra feminis ini merupakan putri kelima (bungsu) dari pasangan Salyowijoyo, seorang pegawai perusahaan kereta api dengan Ibunya bernama Kusaminah.

Perjalanan sastranya  berawal ketika dia berusia 9 tahun. Dia menulis karangan berjudul “Merdeka dan Merah Putih”yang sempat membuat Belanda geram. Namun mengetahui penulisnya masih kanak-kanak, akhirnya Belanda luluh.

Dini kecil berkeiginan menjadi dokter hewan. Namun, faktor ekonomi harus mengubur mimipinya karena dia hanya mampu menamatkan sekolah hingga SMA jurusan sastra.  Tak menyerah sampai di situ, dia menyibukkan diri mengikuti kursus B1 jurusan sejarah (1957). Selain itu, Dini juga belajar menari jawa dan gamelan untuk memperkaya skillnya.
Namun dari semua aktivitasnya itu, dia paling konsentrasi pada menulis. Hasil karyanya berupa puisi dan cerpen dimuat dalam majalah Budaya dan Gadjah Mada di Yogyakarta (1952). Berkat ketekunanya itu dia meraih penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand. Beberapa karyanya Pada Sebuah Kapal (1972), La Barka (1975) atau Namaku Hiroko (1977), Orang-orang Tran (1983), Pertemuan Dua Hati (1986), Hati yang Damai (1998), belum termasuk karya-karyanya dalam bentuk kumpulan cerpen, novelet, atau cerita kenangan.

8.    Gusmiati Suid
Gusmiati Suid lahir pada 16 Agustus 1942 di Sumatera Barat. Dia dikenal sebagai maestro tari kontemporer Indonesia. Kontribusniya terlihat jelas pada seni tari dan musik budaya Minangkabau.

Kecintannya pada tari tumbuh ketika dia menginjak remaja. Dia mulai belajar tari Melayu dan menjadi guru. Dia mencintai tradisi tetapi tidak melihatnya sebagai barang mati. Tradisi itu baginya tumbuh dan berkembang sesuai dengan tempat dan masanya, sesuai dengan petuah Minang, Alam Takambang Jadi Guru, Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung, atau Sakali Aia Gadang, Tapian Baralih.

Wadah kreativitasnya dia tuangkan melalui Gumarang Sakti yang didirikan tahun 1982.  Melalui Gumarang Sakti dia mempertunjukkan tari dan musik, dan mengukuhkan dirinya sebagai salah seorang seniman Indonesia terkemuka. Banyak mendapat penghargaan dari dalam maupun luar negeri. Beberapa penghargaannya : penghargaan di Pekan Tari Rakyat Indonesia pada tahun 1978. Ia juga telah beberapa kali mementaskan karyanya di luar negeri, diantaranya di Swiss pada tahun 1980, dan di "Asia Festival of Theatre, Dance and Martial Art" di Calcutta, India, pada tahun 1987.

Pada tahun 1991 ia menerima penghargaan "Bessies Award" dari New York Dance and Performance. Sanggar tari Gumarang Sakti yang didirikannya pada tahun 1982 menjadi satu-satunya wakil Asia di dalam acara tari Internationalis Tanz Festival ke-6 di Jerman pada bulan Juni tahun 1994. Festival ini diselenggarakan untuk memperingati 100 tahun lahirnya tari modern.

Meskipun dia telah pergi, tetapi pengorbanan, dan pengabdiannya kepada tari, seni, negara dan bangsa Indonesia takkan pernah hilang.

9.    Shinta W. Dhanuwardoyo
Shinta W. Dhanuwardoyo seorang lulusan arsitek yang sukses berbisnis internet. Ibu dua anak ini menjadi internet pioner dari Bubu Kreasi perdana. usaha dunia maya yang telah digelutinya selama 16 tahun ini telah memiliki klien perusahaan-perusahaan besar seperti Telkom, Unilever dan Mead Johnson.

Perkenalannya dengan komputer berawal saat dia bekerja sampingan di lab komputer untuk membiayai kuliah S2 bisnisnya.  Nah, Keinginannya terjun bisnis internet muncul saat perkambangan internet melejit di tempat studinya, Amerika Serikat. Shinta tidak menyia-nyiakan peluang emas itu, berbekal pengalaman itu dia membuka usaha Bubu.com.
Diakunya membutuhkan ketekunan dan kesabaran untuk mengmbangkan usaha ini. Namun perjuangannya menemui hasilnya. Di kurun waktu 16 tahun ini Bubu.com menjadi salah satu perusahaan digital terbesar di Indonesia.

10.    Betti Alisjahbana
Betti Alisjahbana dialah wanita pertama se-Asia Pasifik yang menduduki jabatan presiden direktur IBM pada tahun 2002. Awal karirinya dia menjadi trainee di IBM. Selanjutnya, sejak tahun 1996-1998, wanita kelahiran Bnadung ini menjabat sebagai General Manager, General Business, IBM ASEAN dan Asia Selatan.

Betti meraih posisi pretiusnya dari kejujuran, integritas, dan motivasi tinggi. Hingga menjabat CEO IBM Indonesia pada tahun 2000-2008.
Namun pada waktu yang sama (2008) Betti memutuskan untuk keluar dan membentuk perusahaan baru. Betti mendirikan PT Quantum Business International April 2008. Perusahaan yang bergerak di industri kreatif dan membawai turunan perusahaan seperti QB Leadership Center, QB Architects, QB Furniture dan QB IT Services. Selain sibuk dengan bisnisnya, Betti juga menjadi Komisaris PT Sigma Cipta Caraka.
Pada penutupan Igo (Indonesia, Go Open Source!) tanggal 28 Mei 2008, bersama dengan pembentukan resmi Asosiasi untuk Open Source Indonesia (AOSI), Betti ditunjuk sebagai duta besar untuk Indonesia Open Source dan sekarang duduk sebagai Ketua AOSI. Tak hanya itu, ia juga tergabung dalam Board of Trustees dari Amerika Serikat-Indonesia Society (USINDO) dan menjabat sebagai salah satu Dewan dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Februari lalu, Betti ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Garuda Indonesia Tbk. menggantikan Adi Rahman Adiwoso yang diangkat sebagai Komisaris. |Winda Efanur FS|Berbagai Sumber|







 

 

 

back to top