Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

10 tips agar menjadi penulis laris

10 tips agar menjadi penulis laris
KoPi- Berikut adalah 10 tips proses kreatif menulis lebih mudah dan laris ala Sophie Kinsella. Sophie Kinsella adalah penulis laris dari seri Shopaholic, Can You Keep a Secret?, The Undomestic Goddess and Wedding Night.
Novelnya telah diterjemahkan lebih dari 40 bahasa, dan Confessions of Shopaholic, telah dibuat menjadi film yang dibintangi Isla Fisher.

1. Selalu membawa notebook

Membawa notebook atau buku agenda di mana-mana dan menuliskan segala sesuatu yang terlintas di kepala, bahkan jika itu tampaknya tidak relevan pada saat itu. Anda dapat melakukan banyak hal dengan segala arus pikiran yang berseliweran. Catat saja.
Biasakan memandang hidup seperti seorang penulis yang menulis segalanya. Tak perlu kuatir tentang apa ini-itu, tulis aja untuk sebuah kebiasaan. Jadi ketika muncul ide besar, Anda sudah memiliki bahan yang nanti akan anda tulis sebagai buku.

2. Pikirkan "bagaimana jika" dan membaca

Mulailah dengan melihat  'dunia dalam', dengan cara "Bagaimana Jika" untuk menerapkan kemungkinan bila membuat cerita. Biasakan diri untuk mengambil hal terkecil yang substansial dan ekstrapolasi (melihat kemungkinan) yang menggoda serta biasakan menikmatinya, lalu lihat potensinya.

Semua itu mungkin terlalu biasa, tetapi dari hal-hal kecil itu akan berkembang dan menjadi ide luar biasa.
Membaca adalah hal yang penting dan mendasar, bila Anda ingin menjadi penulis. Itu penting. Saya sudah menjadi kutu buku sejak masih anak-anak. Saya bahkan adalah tipe orang yang membaca paket sereal berulang-ulang ketimbang ngobrol saat sarapan.

3. Tulis buku yang ingin Anda baca.

Orang sering berpikir bahwa mereka menulis untuk menyenangkan orang lain. Baik itu untuk menyenangkan penonton, atau kritikus, atau pembacanya. Naluri saya selalu mengatakan bahwa Anda tidak dapat menebak orang lain.
Jadi, bayangkanlah pada Anda sendiri seperti ketika Anda ingin membaca sebuah buku. Apa yang menarik dari sebuah buku yang berada di rak toko buku. Apa yang membuat Anda tertarik, kemungkinan akan menarik orang juga. Jadi, mulailah dengan yang membuatmu senang untuk menuliskannya.

4. Jangan ceritakan tentang apa yang Anda tulis

Saya selalu merahasiakan ketika sedang menulis buku baru.  Saya berpikir bahwa penulis sangat rapuh, mereka seperti kupu-kupu atau ngengat mungkin; mereka dapat dengan mudah berantakan.  Jika Anda sangat sensitif itu bisa berakibat hilangnya ide-ide yang baik.
Saya lebih baik menyimpannya untuk diri saya sendiri ketimbang menceritakan pada orang lain yang justru bisa merusak mood saya. Saya bicara dengan orang lain hanya ketika membutuhkan hal-hal yang bersifat kreatifitas.

Satu-satunya orang yang saya bagi adalah suami saya. Saya merasa pekerjaan yang saya lakukan sangat berharga dan samar-samar serta rapuh yang harus saya lindungi.

5. Lupakan bergenre untuk menemukan suara Anda

Saya berpikir bahwa salah satu hal yang paling sulit sebagai penulis adalah menemukan suara Anda. Lihat, apa Anda menikmati menulis, karena kita harus hadapi itu. Anda akan menghabiskan waktu yang lama di zona ini. Jadi, lebih baik Anda nikmati karena itu adalah sesuatu yang harus dilakukan.

Jangan takut untuk memulai menulis. Apa yang paling penting adalah menulis cerita yang ingin Anda tulis dan temukan suara Anda sendiri. lupakan bergenre agar bisa menemukan suara Anda sendiri.

6 . Sampai ke akhir

Ini adalah hal yang paling sulit, dan itu adalah hal yang paling penting karena begitu banyak dari kita memiliki ide untuk buku. Tahap pertama adalah benar-benar menuliskan itu, bukan hanya berbicara tentang hal itu.Tahap selanjutnya adalah terus berjalan sampai Anda sampai ke akhir.

Semua orang, tidak peduli siapa mereka, hingga sampai ke tengah buku dan berpikir, "Haduh",  aku sudah cukup ini. Anda bosan dengan cerita Anda dan karakter yang Anda buat. Anda membenci semua yang telah ditulis. Anda tidak mengira mengapa Anda memulai kisah celaka ini di tempat pertama.

Sebenarnya begini, setiap buku sulit untuk ditulis, semua orang akan melewati fase merasa mentok, baik  itu  sebuah lubang alur atau adegan yang Anda tidak bisa lewati. Jadi, Anda harus tetap sampai ke akhir. Bahkan jika itu bukan draft terbaik, jika perlu menulis ulang, itu tak masalah, setidaknya Anda memiliki buku untuk ditulis ulang.

7.  Jalan-jalan dan minuman koktail!

Semua orang terjebak. Saya menemukan koktail yang sangat membantu! Dan itulah faktanya, jika saya terjebak, saya akan pergi dengan suami saya; memesan koktail dan ngobrol kesana-kemari.

Hal itu membuat saya lebih rileks lagi. Tidak ada yang lebih buruk  dari terjebak duduk menatap monitor. Anda harus keluar.
Hal lain yang bisa Anda lakukan adalah, keluar jalan-jalan. Jangan memaksakan diri terjebak di depan monitor berjam-jam tanpa solusi. Harus keluar, agar otak Anda terbebas sari tekanan dan rileks kembali.

8 Rencanakan buku Anda

Bagi saya, tahap perencanaan sangat penting dan dibutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Ketika saya sedang menulis buku, saya melakukannya di kantor saya, tapi ketika saya tengah berencana menulis buku, saya suka pergi dan duduk di warung kopi. Saya suka  yang bersifat 'buzz' (ramai) dan saya suka berada diantara orang-orang yang anonim.

Saya menulis kerangka plot saya pada kartu berkas dan menempelkannya ke dinding. Lalu saya akan melihatnya sebagai setting cerita dan memutuskan apakah saya menyukainya -dan jika tidak, saya hanya akan mengatur ulang posisinya. Hal itu membuat saya merasa puas seperti tengah memecahkan sebuah teka-teki silang.

Sesungguhnya, Anda dapat merencanakan dan merencanakan, selama  cerita itu mesti berubah. Itu hanya sebuah cara. Dari sana saya  bisa menemukan cara melalui struktur awal, tengah dan ending yang sangat penting.

9. Dapatkan agen besar dan pertimbangkan nama samaran

Saya pikir saya telah menulis total 20 buku saat ini, dan saya selalu punya agen yang sama. Memiliki agen, bagi saya adalah hal terbaik yang pernah saya lakukan, karena dia membimbing saya, dia menjadi teman. Dia berurusan dengan semua sisi bisnisnya.Saya tidak tahu bagimana memulainya tanpa dirinya.

Ada banyak keuntungan untuk memiliki nama samaran. Ini memberi Anda sedikit privasi, sehingga Anda dapat memiliki nama resmi dan nama rumah. Saya tidak berpikir ada banyak karir di mana Anda bisa benar-benar menemukan kembali diri Anda yang menyenangkan.

10. Tulis, berikutnya Anda

Semua orang punya kisah yang bisa diceritakan. Dan semua orang bisa belajar dan meningkatkan kemampuan menulis mereka. Ada beberapa elemen penulisan yang pasti dapat diajarkan. Semacam kerajinan dan Anda harus selalu mencoba untuk belajar dan meningkatkan skill. Saya terus mengasah diri saya dengan banyak buku.

Saya tdak mengerti mengapa orang tidak menulis sebuah buku. Tidak Ada seorang pun yang tidak menarik di dunia ini, jadi mengapa mereka tidak menceritakan kisah mereka?

Menulislah apa yang ingin Anda tulis. Anda tidak perlu risau dengan apa yang Anda tulis. Saya percaya tulisan Anda akan menemukan diri Anda sendiri. Jadi, jangan berpikir untuk menulis menjadi seperti Da Vinci Code atau Stephen King. Tulis saja yang harus Anda tulis. Anda akan menjadi penulis besar berikutnya. (Disadur dari: BBC News)

 

back to top