Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Budaya populer dan identitas Muslim muda di Indonesia

Budaya populer dan identitas Muslim muda di Indonesia

Sub Judul


Oleh: Hariyadi


Agama Kaum Muda: Suatu Pengantar

Sebagai bagian dari kebudayaan, agama harus mampu menangkap pesan-pesan proses perubahan zaman. Prinsipnya, agama menyebar untuk memberikan ketenangan dan pegangan nilai-nilai kehidupan umat manusia. Di berbagai media massa kita, kedalaman wacana agama seringkali menjadi isu seksis untuk menarik sebanyak-banyaknya para pembaca. Sayang, cara yang digunakan terkesan penyajian opini dan pengalaman reflektif penulisnya. Tetapi, tidak didasarkan pada penelitian yang mendalam.

Dari sanalah, tim litbang KoPi (koran opini.com) mencoba memberi warna baru bagi para penikmat media untuk mendalami agama dari perspektif budaya kontemporer. Suatu budaya yang mencairkan pembacaan teks-teks agama yang seringkali dangkal dan bersifat konvensional. Di zaman globalisasi dan industri budaya saat ini, telah mengilhami para anak muda Indonesia untuk bertindak aktif atas nama agamanya dalam rangka mengisi kepadatan ruang yang telah didominasi produk komersial media, seperti film.

Atas dasar itu, tulisan segar disertasi saudara Hariyadi, PhD di University of Western, Australia, yang telah diuji dan dipertahankan secara akademik baru-baru ini akan mengajak penikmat KoPi menelisik lebih jauh tentang praktik budaya beragama kaum muda Indonesia di tengah maraknya industri budaya. Terima kasih Mas Har (begitu kami menyapanya) yang telah mendonasikan saripati disertasinya ke tangan redaksi KoPi. Selamat menikmati sajian KoPi hari ini felas. 

back to top
BELAJAR MEMAFKAN, MEMULIHKAN HARAPAN

BELAJAR MEMAFKAN, MEMULIHKAN HARAPAN

Warisan Berharga Bagi Anak-Anak Korban Kerusuhan Suhu u...

SURABAYA PARADOK: KEBRINGASAN MASYARAKAT KONSUMSI

SURABAYA PARADOK: KEBRINGASAN MASYARAKAT KONSUMSI

Saat pesta ulang tahun Surabaya yang ke-724 lalu, saya terma...

TERORISME LAPIS LEGIT

TERORISME LAPIS LEGIT

Untuk kesekian kalinya, aksi terorisme mengguncang Indonesia...

MENGUNYAH KUE KEBANGKITAN

MENGUNYAH KUE KEBANGKITAN

Mendengar kata bangkit, saya teringat dua hal. Pertama, bagi...

Presiden tidak bisa bubarkan ormas dengan keppres tanpa keputusan pengadilan

Presiden tidak bisa bubarkan ormas dengan keppres …

Profesor Jimly Asshiddiqy kemarin menyarankan agar Presiden ...

CERMIN RETAK PENDIDIKAN

CERMIN RETAK PENDIDIKAN

Tatkala para pendidik di institusi pendidikan dikebiri masa ...

Kampus yang Licik

Kampus yang Licik

Di tengah momentum hari pendidikan nasional (Hardiknas), per...

Pesan singkat Paulo Freire untuk kita

Pesan singkat Paulo Freire untuk kita

Menurut Freire, sebagian besar manusia di dunia berada dalam...

Remaja dalam pusaran pelecehan seksual

Remaja dalam pusaran pelecehan seksual

Merebaknya kejahatan seksual, ternyata belum sepenuhnya bisa...